Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Januari 2026, 03.40 WIB

KSSK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Meningkatnya Ketidakpastian Global

Menteri Keuangan Purbaya pastikan stabilitas sistem keuangan nasional aman di tengah ketidakpastian global. (istimewa)

JawaPos.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang menunjukkan kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia pada Kuartal IV-2025 berada dalam kondisi stabil.

“Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama Triwulan IV-2025 tetap terjaga. Hal ini tidak lepas dari koordinasi dan sinergi kebijakan yang kuat antarotoritas,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers KSSK di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (27/1).

Namun demikian, Purbaya mengakui bahwa memasuki Januari 2026 volatilitas pasar keuangan global sempat meningkat. Tekanan tersebut terutama dipicu oleh ketegangan perdagangan internasional serta dinamika geopolitik yang masih berlanjut.

“Memasuki awal tahun 2026, volatilitas pasar keuangan global meningkat akibat ketegangan perdagangan dan geopolitik. Untuk itu, KSSK akan terus mencermati perkembangan dan melakukan asesmen secara forward looking,” tegasnya.

Purbaya menjelaskan, KSSK yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berkomitmen melakukan langkah mitigasi secara terkoordinasi. Upaya tersebut dilakukan baik antaranggota KSSK maupun dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya.

“Upaya mitigasi akan terus dilakukan secara terkoordinasi guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung,” jelasnya.

Dari sisi global, Purbaya menuturkan perekonomian dunia masih menghadapi tantangan besar. Dinamika ekonomi pada Kuartal IV- 2025 dipengaruhi oleh ketegangan perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok serta kebijakan penurunan suku bunga The Fed yang lebih agresif.

Perlambatan ekonomi AS dan pelemahan pasar tenaga kerja mendorong The Fed memangkas Fed Funds Rate sebesar 50 basis poin menjadi 3,50–3,75 persen.

“Pemangkasan suku bunga lanjutan diharapkan dapat menopang pemulihan ekonomi global dan meningkatkan aliran modal ke negara berkembang,” ujarnya.

Meski begitu prospek ekonomi Amerika Serikat pada 2026 diperkirakan membaik, didorong investasi teknologi termasuk artificial intelligence dan stimulus fiskal berupa pengurangan pajak, sejumlah negara besar lainnya diproyeksikan melambat.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Jepang, Tiongkok, dan India diperkirakan tertahan akibat pelemahan permintaan domestik dan ekspor. Di sisi lain, ketidakpastian pasar keuangan global juga masih tinggi seiring terbatasnya ruang penurunan suku bunga AS dan masih tingginya imbal hasil US Treasury akibat defisit fiskal AS yang besar.

Mengacu pada laporan World Economic Outlook (WEO) Januari 2026, Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,3 persen untuk tahun 2025 dan 2026, lebih tinggi dibandingkan proyeksi Oktober 2025.

“Dengan berbagai dinamika global tersebut, KSSK akan terus memperkuat kewaspadaan dan respons kebijakan guna memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga,” pungkas Purbaya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore