Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, didampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/11).
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah bersepakat mengenai tarif resiprokal pada angka 19 persen. Kesepakatan itu ditandatangani sebelum Mahkamah Agung (MA) AS membatalkan kebijakan tarif Trump pada Jumat (20/2) waktu AS.
Atas batalnya kebijakan itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Infanteri Teddy Indra Wijaya menyiratkan bahwa kesepakatan tarif resiprokal dengan Indonesia pada angka 19 persen masih bisa turun. Hal itu tampak dari penjelasan Teddy saat melaksanakan press conference di AS yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Teddy menyampaikan bahwa di antara kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Amerika, kepala negara bertemu dengan Trump dalam agenda bilateral antara Indonesia dengan AS. Pertemuan itu berlangsung kurang lebih setengah jam. Menurut dia, ada banyak hal dibahas bersama oleh kedua presiden.
”Tentunya banyak pembicaraan di sana dan kita tunggu mungkin dalam waktu dekat yang sekarang (tari resiprokal) 19 persen ya mungkin kedepan akan lebih baik untuk Indonesia, kita tunggu saja,” ungkap dia.
Teddy pun mengingatkan kembali, penandatangan perjanjian tarif resiprokal antara Indonesia dengan Amerik bukan hanya menurunkan tarif yang semula 32 persen menjadi 19 persen. Melainkan turut menegaskan tarif nol persen untuk ribuan produk unggulan dari Indonesia seperti kopi, minyak kelapa sawit, dan semikonduktor.
”Saya mau ingatkan lagi. Jadi, perjanjiannya memang 19 persen, menjadi 19 persen dari sebelumnya tahun lalu itu 32 persen menjadi 19 persen, itu satu. Kemudian yang kedua ada tarif nol persen untuk 1.819 produk unggulan,” terang dia.
Sebelumnya, ekonom senior Center of Reform of Economic (CORE) Mohmmad Faisal, Indonesia bisa mendapat 10 persen bila tidak terburu-buru dan terlampau reaktif terhadap kebijakan Trump. Sebab, beberapa saat setelah MA di AS mengeluarkan putusan, Trump mengumumkan tarif impor global menjadi 10 persen. Angka itu jauh lebih kecil dari kesepakatan Prabowo dengan Trump.
”Seandainya kita tidak buru-buru kemudian sepakat dengan 19 persen tarif tersebut, maka kita sebetulnya malah bisa dapat keuntungan dari dibatalkannya tarif resiprokal Trump oleh Supreme Court (MA Amerika Serikat). Jadi, kita dapat 10 persen saja semestinya kan begitu,” terang Faisal saat diwawancarai oleh JawaPos.com.
Menurut Faisal, Indonesia terlalu reaktif dan terburu-buru menyikapi kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Trump. Padahal, ketergantungan Indonesia dengan pasar Amerika tidak lebih besar dari hubungan dagang dengan negara lain seperti Tiongkok. Sehingga dia menilai, Indonesia tidak perlu terlalu terburu-buru dalam negosiasi tarif dengan Amerika.
”Kenapa kita tidak perlu terlalu reaktif, tidak terlalu aktif bernegosiasi (dengan Amerika) itu karena satu hal, kita dengan Amerika ketergantungannya itu tidak terlalu besar seperti Vietnam. Jauh perbedaannya, karena Vietnam itu sangat bergantung pada pasar Amerika dari struktur ekspornya,” jelasnya.
Selain itu, Faisal menyatakan bahwa Indonesia seharusnya buying time dalam negosiasi dengan Trump. Sehingga risiko disetir lewat kesepakatan yang lebih menguntungkan Amerika tidak akan terjadi. Apalagi bila melihat kebijakan Trump di Amerika masih menjadi polemik dan belum sepenuhnya disepakati oleh semua pihak.
”Dan ini terbukti juga dengan yang barusan terjadi ya, karena pada akhirnya kan di internal Amerika sendiri kan suaranya tidak satu, dan ternyata tarif itu di-rule out oleh Supreme Court,” imbuhnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
