Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Oktober 2025, 16.36 WIB

Mengenal Senyawa Etanol di BBM Pertamina, Termasuk Dampaknya untuk Kendaraan

ILUSTRASI: Etanol. (Pixabay) - Image

ILUSTRASI: Etanol. (Pixabay)

JawaPos.com - Kandungan senyawa etanol pada produk BBM yang diimpor oleh PT Pertamina Patra Niaga (PPN) hingga saat ini masih jadi perbincangan publik. Kandungan ini disinyalir membuat para penyedia BBM swasta putar badan dan tak jadi menyerap BBM tersebut.

Alhasil, banyak masyarakat yang akhirnya mencari tahu apa itu etanol, termasuk apa dampak positif dan negatifnya untuk kendaraan. Etanol sendiri diketahui sebagai senyawa dengan rantai kimia C2H5OH yang termasuk dalam keluarga alkohol.

Etanol banyak dipergunakan sebagai bahan bakar (campuran bensin), bahan baku senyawa kimia lain, desinfektan, pelarut obat/parfum, pengawet, minuman keras, ekstraksi rasa, pendingin, dan bahan pembersih,” kata pakar bahan bakar dan pelumas, Tri Yuswidjajanto kepada JawaPos.com, Rabu (8/10).

Bahkan, menurut Tri, Etanol memiliki beragam dampak positif seperti meningkatkan oktan (memiliki RON 110 - 120). Bahkan campuran etanol sebanyak 3,5 persen (E3,5) akan mampu meningkatkan RON sekitar 4 poin.

Tak hanya itu, etanol juga bisa berperan dalam mengurangi emisi CO2 atau karbon dioksida. Serta, mengurangi kerak yang terdapat pada saluran bahan bakar yang disebabkan oleh deterjen atau pelarut.

“Jadi etanol banyak dipergunakan di berbagai negara seperti Amerika Serikat (E10), Brasil (E85), Eropa (E10), India (E20), Thailand (E20), Australia (E10), dan lain-lain,” jelasnya.

Meski begitu, etanol juga memiliki efek negatif, diantaranya memiliki sifat higroskopis yang membuatnya menyerap uap air dari udara. Lalu lebih reaktif dengan air daripada dengan bensin, sehingga kalau ada air dalam bensin yang mengandung etanol, maka etanol akan larut ke dalam air yang berdampak pada turunnya RON bahan bakar.

Selanjutnya, komponen kendaraan yang terbuat dari campuran karet alam dan terkena etanol akan melar (swelling) sehingga rawan terjadi kebocoran. Bahkan, kebutuhan aditif pengontrol deposit pun akan meningkat.

“Kebutuhan aditif pengontrol deposit berfungsi agar komponen mesin yang bersentuhan dengan bahan bakar tetap bersih sehingga aliran tidak terganggu,” tukasnya.

Terakhir, kandungan etanol membuat rawan terjadi vapour lock yang bisa menghambat suplai bahan bakar. Hal ini terjadi lantaran sifat etanol yang mudah menguap pada suhu kamar atau lingkungan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore