Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Oktober 2025, 06.38 WIB

Biar Listrik Murah dan Minim Emisi, Akademisi Sarankan Gunakan Energi Nuklir 

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Fukushima Daiichi tampak dari atas. - Image

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Fukushima Daiichi tampak dari atas.

JawaPos.com - Energi nuklir dinilai bisa menjadi solusi strategis sebagai sumber pembangkit listrik. Pasalnya, nuklir bisa membuat energi lebih murah dan efisien.
 
Ekonom Universitas Mulawarman (Unmul) Purwadi Purwoharsojo mengatakan, energi nuklir bisa menyumbang kesejahteraan rakyat. Karena, biaya listrik akan lebih murah dan rendah emisi.
 
Riset-riset Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sekarang dianggap sudah sangat maju, namun belum diimplementasikan secara serius. Sehingga, teknologi nuklir sudah jauh lebih aman dengan sistem modular generasi keempat yang efisien dan minim risiko. 
 
“BATAN itu seperti orang yang disuruh latihan tinju, tapi nggak pernah naik ring. Sampai hasil riset teman-teman BATAN itu sudah sampai tembus plafon risetnya,” kata Purwadi dalam diskusi bertajuk Meneropong 1 Tahun Kemandirian Energi Nasional Era Prabowo–Gibran dari Borneo, Kamis (17/10).
 
Presiden pertama RI, Soekarno bahkan pernah menyampaikan bahwa nuklir bisa menjadi sumber energi terbarukan. Purwadi menyakini bahwa kalangan akademisi juga sudah siap dilibatkan menggarap energi nuklir.
 
 
“Teman-teman Himpunan Mahasiswa Nuklir itu menunggu statement tentang Indonesia ‘go nuclear’. Padahal Soekarno itu pernah bilang tahun 1965, beliau sudah membayangkan suatu saat kita akan perlu nuklir,” ujarnya. 
 
Peneliti energi dari Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas Bumi (STT MIgas) Balikpapan, Andi Jumardi menambahkan, nuklir bisa memperkuat ketahanan energi di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan keterbatasan sumber daya fosil.  
 
“Kalau berbicara soal energi, terutama untuk kelistrikan, pengembangan potensi nuklir itu sangat penting. Orang yang memiliki konsentrasi di bidang energi pasti setuju soal nuklir,” kata Andi.
 
Dia menilai, Kalimantan menjadi salah satu wilayah potensial untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) karena kondisi geologinya relatif aman dari gempa. 
 
Andi menjelaskan, hasil penelitian menunjukkan Kalimantan Barat memiliki cadangan uranium yang bisa diperkaya dan memenuhi kriteria keekonomian untuk mendukung proyek PLTN nasional. 
 
“Saya pernah terlibat dalam penelitian tentang small modular reactor dan uranium yang diperkaya. Yang lebih potensial untuk pengembangan PLTN justru di Kalimantan Barat, karena di sana ada cadangan uranium yang bisa memenuhi aspek keekonomian,” pungkasnya.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore