Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Desember 2025, 05.51 WIB

Pastikan Tak Ada PHK Karyawan di Smelter Tembaga Gresik, Bos Freeport Bilang Hanya Penyesuaian Jadwal 

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas. (Istimewa) - Image

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas. (Istimewa)

JawaPos.com - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menjamin seluruh karyawan di Smelter Tembaga Freeport di Kawasan Java Integrated and Industrial Estate Pulau Jawa (JIIPE) Gresik, Jawa Timur, tetap bekerja. Meskipun operasional secara penuh dan pengiriman konsentrat baru akan dilakukan pada Kuartal I-2026. 

Tony menyebut, saat ini Smelter Manyar di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE belum beroperasi. Dia memastikan selama pasokan konsentrat belum masuk ke Smelter Manyar, seluruh karyawannya akan fokus pada pemeliharaan rutin.

”Tidak ada PHK. Karyawan tetap bekerja, namun jadwal kami sesuaikan,” kata Tony Wenas di Smelter Manyar, Gresik, Jawa Timur, seperti dikutip dari Padek Jawa Pos Grup, Rabu (10/12). 

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa operasional Smelter Tembaga yang berhenti disebabkan oleh berhentinya suplai konsentrat dari tambang bawah tanah Grasberg Block Cave di Tembagapura, Papua. 

Imbasnya, kata Tony, produksi Freeport mendadak turun menjadi sekitar 30 persen atau setara 65 hingga 70 ribu ton per hari. Angka tersebut jauh lebih rendah dari biasanya yang mencapai 200 ribu ton per hari. 

"Kita mengutamakan PT Smelting dulu. Volume konsentrat masih terbatas karena operasi di Tembagapura belum normal," jelasnya. 

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia (PTFI), yang longsor pada awal September 2025, mulai beroperasi secara terbatas pada April 2026. 

"Di titik yang bermasalah, yang bencana itu, tim kami lagi evaluasi. Kami targetkan mungkin bulan 3, bulan 4 tahun depan beroperasi," ucap Bahlil ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (14/11). 

Fokus pemerintah saat ini adalah mencari tahu penyebab longsor lumpur bijih basah di GBC Freeport, melakukan audit tambang bersama tim ahli, menyusun rekomendasi, dan melakukan perbaikan berdasarkan rekomendasi yang diberikan. 

Bahlil menegaskan bahwa Kementerian ESDM tidak ingin evaluasi tambang Freeport berlangsung dengan tergesa-gesa, sebab keamanan situs pertambangan tersebut menyangkut keselamatan pekerja. Ia tak menginginkan ada korban jiwa yang diakibatkan oleh kesalahan atau evaluasi yang kurang mendalam. 

"Nanti, siapa yang bertanggung jawab? Ini nyawa orang, bukan persoalan bisnis, nyawa orang," kata dia.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore