Suasana pagi di Sekolah Dasar Swasta (SDS) Bina Pusaka Koja, Jakarta Utara/(Foto: Dimas Choirul/Jawapos.com)
JawaPos.com — "Teman-teman makanannya datang". "Hore!". Seru seorang siswa disambut teriakan siswa lainnya kala melihat mobil petugas logistik datang ke sekolah.
-----
Matahari baru saja merekah. Suasana di Sekolah Dasar Swasta (SDS) Bina Pusaka, Koja, Jakarta Utara, pada Rabu (1/10) itu terasa hidup. Tepat jam istirahat tiba, sebagian siswa berlarian kecil menuju meja panjang yang sudah tersusun ratusan ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka ditugaskan menjadi koordinator pembagian MBG di kelasnya masing-masing.
Di antara ruang-ruang kelas, dan tumpukan buku mata pelajaran, wajah semringah para siswa tak bisa dibohongi kala jatah MBG rampung dibagikan: ada yang malu-malu membuka ompreng perlahan, ada yang mengendus aroma lauk, ada pula yang langsung menyuap nasi dan sayur lantaran kadung lapar.
Sudah tiga bulan sekolah ini menjadi salah satu penerima manfaat program MBG dari pemerintah. Kepala SDS Bina Pusaka, Heni Damayanti ingat betul kapan program ini hadir pertama kali di sekolahnya. "MBG di sini dari awal tahun ajaran baru 21 Juli 2025," kenangnya saat ditemui Jawapos.com.
Kepala SDS Bina Pusaka, Heni Damayanti di ruang kerjanya (Foto: Dimas Choirul/Jawapos.com).
Sembari duduk di ruang kerja yang sederhana, Heni bercerita bahwa program MBG membawa perubahan yang terasa nyata dalam keseharian siswa siswinya. Jika dulu ada siswanya enggan makan sayur dan buah, kini kebiasaan itu pelan-pelan berubah. "Dengan adanya MBG jadi suka makan sayur, yang tadinya kurang makan buah jadi suka makan buah," terang Heni, bahagia melihat perkembangan siswa siswinya.
Setiap hari, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Koja 1 membagikan sebanyak 270 siswa penerima manfaat di sekolah ini—190 siswa di kelas pagi dan 80 lainnya di kelas siang. Adapun sebagian siswa berasal dari keluarga menengah ke bawah. "Jadi (MBG) ini sangat membantu," kata Heni.
Menu yang disajikan pihak SPPG Koja 1 bervariasi setiap harinya. Meski selera anak berbeda-beda, namun Heni percaya komposisi menu dan kandungan gizi sudah ditakar oleh Ahli Gizi SPPG Koja 1 sesuai standar usia anak sekolah. Hingga saat ini, program MBG di sekolahnya berjalan lancar tanpa kendala berarti. "Alhamdulillah enggak ada (kejadian luar biasa seperti keracunan)," ungkapnya.
Gizi dan Pola Pikir Anak
Program MBG bukan hanya bicara soal perut kenyang, tetapi juga berdampak pada tumbuh kembang, serta pola pikir anak dalam mengambil keputusan. Menurut Heni, kecukupan gizi juga berperan penting dalam kesiapan anak di ruang digital. "Anak jadi bisa memilah memilih mana yang kira-kira bisa dipergunakan dalam menggunakan digital," ungkapnya.
Ahli Gizi SPPG Koja 1, Nur Izzatul Hidayah, memastikan menu MBG disusun berdasarkan pedoman gizi seimbang dari Badan Gizi Nasional (BGN). Ia juga menjelaskan, asupan makanan bergizi sangat erat kaitannya dengan perkembangan kognitif anak.
"Oleh karena itu, penting untuk memastikan asupan makanan bergizi sesuai kebutuhan anak untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal," ujarnya.
Sebagian murid SDS Bina Pusaka dari tiap kelas menerima program Makan Bergizi Gratis/(Foto: Dimas Choirul/Jawapos.com)
Nur menambahkan, asupan gizi seimbang bisa meminimalisir dampak negatif paparan layar atau gadget, meski itu bukan solusi tunggal. "Misalnya, anak yang kecanduan layar cenderung ngemil makanan tinggi gula, lemak jenuh, rendah serat atau makanan junk food dan lain-lain, dengan lebih memperhatikan asupan makanan gizi seimbang ini bisa membantu memastikan bahwa kebutuhan gizi anak termasuk vitamin dan mineral dapat terpenuhi agar otak tetap fokus, mata tidak cepat lelah dan tidur lebih nyenyak," terangnya.
Sementara itu, Lina, selaku wali murid yang anaknya duduk di kelas 4 bernama Shaqueena, merasa bahagia dengan adanya program MBG. Selain memberikan gizi seimbang di rumah, adanya MBG turut membantu mencukupi kebutuhan gizi anaknya di sekolah. "Bagi saya program MBG sangat penting ya. Saya percaya makanan bergizi itu bisa untuk fondasi utama tumbuh kembang anak," ujar Lina.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
