Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Oktober 2025, 00.08 WIB

Selain Bank Jakarta, Menkeu Purbaya Bocorkan Satu Bank di Jatim juga Bakal Dititipi Dana Pemerintah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa datang ke Balaikota, Jakarta, Selasa (07/10/2025).  (Hanung Hambara/ Jawa Pos) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa datang ke Balaikota, Jakarta, Selasa (07/10/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan komitmennya untuk tetap mengikuti kebijakan fiskal pemerintah pusat. PT Bank DKI (Bank Jakarta) kemungkinan bakal mendapat tambahan di luar porsi Himbara. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Selasa (7/10).

Purbaya membuka kemungkinan penambahan dana untuk Bank Jakarta. Berkisar Rp 10-20 triliun untuk memperkuat pembiayaan sektor UMKM dan industri di Ibu Kota. 

"Saya tanya tadi ke Pak Gubernur (Pramono), apakah Bank Jakarta bisa nyerap? Jangan sampai saya kasih duit panik. terusnya, waduh nggak bisa menyalurkan. (Tapi) kata Pak Gubernur bisa," ujar Purbaya. 

Selain itu, ada opsi untuk meminjam dana Rp 200 triliun dari bank Himbara. Meski, pada dasarnya pilihan tersebut merupakan langkah business-to-business. Kalau memang menguntungkan, Bank Jakarta bisa langsung datang ke salah satu bank Himbara.

Purbaya masih akan mengkaji implementasi strategi injeksi dana ke bank pembangunan daerah (BPD) ini. "Untuk Bank Jakarta dan mungkin satu bank lagi di kawasan Jawa Timur. Dalam waktu dekat nanti jumlahnya akan saya hitung," ungkapnya. 

Dia juga tak ambil pusing mengenai penyaluran kredit dari tambahan likuiditas Rp 200 triliun ke bank Himbara. Sejalan dengan permintaan kredit yang mulai naik.

"Kalau kemarin kan di Mandiri pertumbuhan kreditnya udah hampir 11 persen kan, rebound dari 8 persen. Itu tanda awal bahwa kebijakan yang Rp 200 triliun sepertinya mulai berdampak ke ekonomi," beber mantan ketua dewan komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.

Memang hingga saat ini realisasinya belum 100 persen. Sebab, tidak semua pencairan kredit dilakukan secara langsung. Ada yang beberapa bulan ke depan. Karena harus melewati asesmen untuk menjamin penyaluran kredit yang berkualitas. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore