Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 November 2025, 21.44 WIB

Riset WWB: Perempuan Muda Punya Disiplin Menabung yang Kuat, tapi Kurang 'Pede' Berinvestasi

Sebagai UNSGSA, Ratu Maxima melakukan kunjungan ke Indonesia pada 24—27 November 2025. Sebelum ke Jakarta, Ratu Maxima sebelumnya berkunjung ke Surakarta pada Selasa (25/11). (ANTARA) - Image

Sebagai UNSGSA, Ratu Maxima melakukan kunjungan ke Indonesia pada 24—27 November 2025. Sebelum ke Jakarta, Ratu Maxima sebelumnya berkunjung ke Surakarta pada Selasa (25/11). (ANTARA)

JawaPos.com - Laporan riset terbaru Women's World Banking (WWB), Empowering the Next Generation: A Path to Financial Confidence for Indonesia’s Youth, mengungkap realitas yang dihadapi anak muda Indonesia dalam menavigasi lanskap keuangan digital saat ini.

Mulai dari penggunaan dompet digital secara impulsif, pemanfaatan kredit online yang berisiko, hingga paparan luas terhadap misinformasi finansial, studi tersebut menyoroti semakin lebarnya kesenjangan dalam kemampuan dan kepercayaan diri untuk mengambil keputusan keuangan yang aman.

Berdasarkan perilaku keuangan lebih dari 1.500 anak muda serta wawasan dari 117 pemangku kepentingan, laporan ini mengidentifikasi adanya 'kesenjangan kepercayaan diri dan kapabilitas' yang terus berlangsung.

Meskipun banyak anak muda memahami pentingnya menabung, berinvestasi, dan menghindari pinjaman berisiko tinggi, mereka seringkali tidak memiliki alat, bimbingan, dan sistem pendukung yang dibutuhkan untuk menerjemahkan pengetahuan tersebut ke dalam tindakan nyata.

Regional Director untuk Women's World Banking Asia Tenggara, Angelique Timmer, menekankan urgensi temuan tersebut.

"Riset kami menunjukkan bahwa akses saja tidak cukup. Anak muda menghadapi tekanan sosial, misinformasi, dan godaan impulsif yang membuat keputusan finansial sehari-hari menjadi lebih kompleks. Untuk mendukung mereka, kita tidak hanya perlu meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun keterampilan dan kepercayaan diri yang diperlukan untuk menerapkan perilaku finansial yang sehat," ujar Angelique, dikutip Minggu (30/11).

Ia menambahkan bahwa perempuan muda, khususnya, menunjukkan disiplin menabung yang kuat. Namun, mereka masih merasa kurang percaya diri dalam mengambil keputusan terkait kredit dan investasi.

Kesenjangan ini perlu diatasi melalui pendekatan yang lebih praktis, relevan, dan berkelanjutan dalam pengembangan kapabilitas finansial. Diskusi Anak Muda bersama United UN Secretary-General’s Special Advocate for Financial Health (UNSGSA), Ratu Máxima dari Belanda: Menguatkan Suara Anak Muda di Hadapan Kepemimpinan Global.

Diskusi yang digelar di Surakarta, Selasa (25/11) ini menjadi wadah bagi para anak muda untuk menyampaikan tantangan nyata yang mereka hadapi dalam menavigasi keuangan digital. Mulai dari kesulitan mengendalikan pengeluaran dan mengikuti tren konsumsi berbasis sosial hingga risiko pinjaman serta misinformasi finansial.

Dalam sesi tersebut, Ratu Máxima menekankan pentingnya memastikan bahwa anak muda tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga kapabilitas untuk menggunakannya secara aman.

Ia menegaskan bahwa kepercayaan diri dan perlindungan finansial merupakan fondasi bagi masa depan yang stabil, dan ia akan menyampaikan suara anak muda kepada berbagai pemangku kepentingan yang ditemuinya selama kunjungan tersebut untuk mendorong kolaborasi yang lebih kuat.

Suara-suara anak muda yang muncul dalam dialog tersebut menjadi pengingat kuat akan besarnya tantangan yang dihadapi lebih dari 44 juta anak muda Indonesia yang memasuki usia dewasa di tengah ekonomi yang ditandai oleh transformasi digital yang cepat.

"Kami dianggap sudah bisa mengelola uang hanya karena semuanya serba digital sekarang, padahal tidak ada yang benar-benar mengajarkan kami," ujar Maura, seorang pekerja gig.

"Sebagian besar waktu, rasanya kami harus mencari tahu semuanya sendiri, meskipun kami masih melihat orang tua sebagai sumber panduan," lanjutnya.

Women's World Banking menegaskan bahwa generasi muda Indonesia berada pada fase penting untuk mempercepat pemberdayaan finansial mereka. Tanpa intervensi yang tepat untuk memperkuat kapabilitas dan kepercayaan diri, anak muda berisiko tertinggal dalam membangun fondasi keuangan yang kuat.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore