Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Desember 2025, 16.01 WIB

Saudi Umumkan Syarat Istita'ah kesehatan Haji terbaru, Indonesia Diprediksi Segera Menyesuaikan

Ilustrasi jamaah haji Indonesia berumrah sebelum berhaji. Saudi mengeluarkan aturan terbaru terkait kesehatan jamaah haji untuk 2026. (Media Center Haji 2025) - Image

Ilustrasi jamaah haji Indonesia berumrah sebelum berhaji. Saudi mengeluarkan aturan terbaru terkait kesehatan jamaah haji untuk 2026. (Media Center Haji 2025)

JawaPos.com - Persyaratan istitaah kesehatan bagi jamaah haji 2026 semakin dipertegas setelah Arab Saudi merilis pedoman terbaru melalui platform resmi Nusuk Haji.

Sementara, Indonesia juga akan menyesuaikan aturan nasional agar sejalan dengan ketentuan dari Kerajaan Arab Saudi .

Ketentuan yang tertera pada platform nusuk haji menegaskan bahwa setiap calon jamaah haji harus memenuhi kelayakan kesehatan.

Termasuk vaksinasi wajib, kesiapan fisik, serta pengelolaan penyakit kronis sebelum berangkat ke Tanah Suci. Hal ini dilakukan untuk mengurangi korban jiwa dalam pelaksanaan rukun Islam yang kelima tersebut. 

Dalam laman resmi Nusuk Haji, Saudi menekankan bahwa kesehatan jamaah menjadi faktor utama kelancaran penyelenggaraan ibadah.

“Salah satu langkah terpenting untuk menjamin kelancaran perjalanan Haji adalah memprioritaskan kesehatan dan mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk menghadapi masalah kesehatan umum yang sering dialami para jamaah,” tulis pedoman tersebut.

Berikut adalah beberapa poin terkait syarat istitaah kesehatan haji 2026.

Vaksinasi Wajib dan Rekomendasi

Saudi menetapkan beberapa vaksin wajib bagi calon jamaah haji 2026, yaitu:

  • Vaksin meningitis ACYW
  • Vaksin polio bagi negara endemis
  • Vaksin demam kuning untuk jamaah dari kawasan berisiko. 
  • Vaksin Covid-19 bagi jamaah usia 12 tahun ke atas dengan daftar vaksin yang telah disetujui Kerajaan: Pfizer, Sinovac dan Sputnik V.
  • Vaksin flu musiman (dianjurkan bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak di bawah lima tahun, perempuan hamil, serta penderita penyakit kronis).

Sertifikat vaksin harus sah dan diberikan kepada otoritas haji Saudi minimal 10 hari sebelum kedatangan ke tanah suci.

Ketentuan bagi Lansia dan Penyandang Penyakit Kronis

Kerajaan Saudi memberikan perhatian khusus pada jamaah haji dengan kondisi kesehatan tertentu.

Pedoman menyebutkan bahwa lansia dan mereka yang memiliki penyakit berat seperti kanker stadium lanjut, penyakit jantung-paru, gangguan ginjal atau hati serius, serta demensia, wajib melakukan konsultasi medis sebelum berangkat.

Pedoman itu menegaskan:

“Para jamaah haji, khususnya lansia dan mereka yang memiliki kondisi kronis berat hendaknya berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan mereka sebelum memulai perjalanan haji.”

Jamaah juga diwajibkan membawa dokumentasi medis lengkap, obat-obatan dalam kemasan asli, menyesuaikan jadwal konsumsi obat dengan perbedaan zona waktu, hingga memastikan ketersediaan alat kesehatan pribadi seperti oksigen portable atau alat bantu dengar.

Kesiapan Fisik dan Pencegahan Risiko Selama Haji

Kerajaan Saudi juga memberikan panduan teknis terkait stamina fisik, risiko panas ekstrem, serta cedera otot dan persendian.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore