
Jamaah Umrah melintas di depan Masjidil Haram. Baik umrah mandiri maupun bersama travel memiliki kelebihan dan kekurangan. Pilihan ada di tangan jamaah. (Bayu Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com - Geliat umrah mandiri mulai terlihat antusiasnya mulai banyak dilakukan umat Islam di tanah air dalam beberapa tahun belakangan.
Dengan dilegalkannya pelaksanaan umrah mandiri oleh pemerintah lewat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, maka kemungkinan tren ini akan meningkat ke depannya.
Berdasarkan data Kemenag, tahun 2024 jumlah orang yang melaksanakan ibadah umrah melalui PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) berkisar 1,4 juta jamaah.
Sementara jamaah yang berangkat melaksanakan ibadah umrah tanpa melalui PPIU, angkanya diperkirakan mencapai 200 ribu hingga 400 ribu orang.
Ella Bahamady, salah satu pelaku umrah mandiri pada tahun 2023 mengakui pelaksanaan umrah mandiri bisa lebih murah dibandingkan melalui travel. Dengan catatan, harus pintar mencari promo tiket maskapai penerbangan.
Selain itu, pelaku umrah mandiri juga bisa mengatur tempat penginapan selama di Tanah Suci. Apakah akan memilih hotel atau Dar (hostel). Jika menginap di hostel, biaya akan lebih hemat.
"Saran saya, kalau baru pertama kali umrah apalagi tidak terbiasa traveling ke luar negeri, lebih baik pergi bareng travel saja dulu supaya lebih aman sekalian buat belajar juga. Nanti kalau sudah bisa, umrah berikutnya pergi sendiri," kata Ella Bahamady yang sudah pernah melaksanakan umrah mandiri dan umrah via travel, kepada JawaPos.com.
Kekurangan umrah mandiri adalah tidak adanya pembimbing dalam pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Bagi orang yang baru pertama kali melaksanakan ibadah umrah, pastinya bakal bingung terkait rangkaian pelaksanaan ibadah umrah karena tidak ada orang yang memandu.
Pelaksanaan ibadah umrah memiliki tata cara, sehingga dikhawatirkan tidak sesuai atau bahkan ada yang terlewatkan ketika belum pernah melaksanakan umrah sebelumnya tapi nekat melaksanakan umrah mandiri.
"Tapi kalau pakai travel akan terbimbing, 'bapak ibu berihram niatnya di sini, jangan sampai melakukan ini.' Jadi selalu diingatkan, itu yang terpenting," tutur Muhammad Ali Ridha selaku General Manager Khazzanah Tours & Travel.
Kekurangan lainnya, tidak ada yang bertanggung jawab selama di Tanah Suci. Jika terjadi hal-hal tak diinginkan, misalnya meninggal dunia atau hal darurat lainnya, pengurusannya bakal lebih lambat.
Untuk menimbang kelebihan sekaligus kekurangan umrah mandiri dan umrah via travel, berikut perbandingannya menurut pengalaman Ella Bahamady:
Kelebihan:
Semua sudah diurus travel mulai dari transport, hotel, hingga makanan. Kita tinggal fokus melaksanakan ibadah.
Kekurangan:
Karena travel umumnya sudah membuatkan program dan jadwal acara selama di Tanah Suci, kita harus mengikuti, tidak bisa bebas.
