Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Januari 2026, 01.46 WIB

Wamenhaj Dahnil Optimistis Layanan Ibadah Haji 2026 Semakin Baik, Pastikan Petugas Haji Sudah Kompak dan Siap

Calon PPIH Arab Saudi yang akan menangani layanan ibadah haji 2026 bersiap menjalani apel malam, Kamis (15/1) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur. (Pool MCH) - Image

Calon PPIH Arab Saudi yang akan menangani layanan ibadah haji 2026 bersiap menjalani apel malam, Kamis (15/1) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur. (Pool MCH)

JawaPos.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan optimismenya bahwa pelaksanaan layanan ibadah haji tahun ini akan jauh lebih baik.

Sebab, layanan ibadah haji tahun ini akan ditangani oleh petugas yang persiapannya jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Untuk kali pertama, para petugas yang akan menangani layanan ibadah haji dikumpulkan jadi satu dan dilatih selama 21 hari dengan sistem barak atau asrama.

”Dan kami yakin anda semua yang hari ini menjadi petugas haji untuk tahun 2026 adalah bagian sejarah baru bagi Indonesia, bagi penyelenggaraan haji Indonesia,” ujarnya saat memimpin apel malam calon petugas penyelenggara Ibadah Haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur Kamis (15/1) malam.

Menurut dia, tidak ada dalam sejarah, petugas haji dilatih seserius ini dan diasramakan selama 21 hari. ”Dan terus terang kami memang menerapkan semi militer yang faktanya menggembirakan, membuat anda semuanya bisa mengubur ego keakuan,” lanjutnya.

Tidak ada lagi dokter, profesor, bahkan komisaris perusahaan. Semuanya sudah terkubur, dan menyisakan satu identitas yang sama: Petugas Haji yang akan melayani para jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Dalam kesempatan apel malam tersebut, sekitar 1.600 calon petugas hadi dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menunjukkan kekompakan mereka di hadapan Dahnil.

Yel-yel tiap kompi disuarakan bergiliran. Masing-masing ingin menunjukkan bahwa mereka sudah solid sebagai petugas.

Usai Apel, Dahnil kembali menyampaikan keyakinannya bahwa jamaah haji tahun ini akan dilayani oleh petugas-petugas terbaik. ”Petugas yang amanah, berdedikasi terhadap pelayanan jamaah,” ujarnya.

Terkait anggapan beberapa pihak di luar yang menyansikan sistem diklat semi militer, Dahnil menyebut bahwa semua calon petugas haji berasal dari beragam latar belakang sosial dan ekonomi.

”Tapi ternyata ketika disatukan dengan pendidikan kegembiraan ala militer malah bisa bonding, mengubur ego keakuan. Juga bisa mengidentifikasi diri sebagai kami, yaitu petugas haji,” jelas mantan ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu.

Kebersamaan dan satu visi itu pula yang menginspirasi Presiden Prabowo Subianto menggelar retreat menteri di Akademi Militer Magelang. Fungsinya adalah untuk mengubur ego ‘aku’ dan memunculkan ‘kami’.

Dahnil mengingatkan kepada para petugas haji bahwa mereka mengemban tiga amanah. Pertama adalah amanah dari Allah.

Jamaah haji adalah tamu Allah, dan Allah dalam Alquran beberapa kali menggambarkan kewajiban untuk memuliakan tamu. Para petugas haji nanti akan menjadi pelayan bagi tamu-tamu Allah yang dimuliakan itu.

Amanah kedua berasal dari jamaah haji. Tak sedikit dari para jamaah menghabiskan hartanya dan rela mengantre puluhan tahun demi beribadah haji di tanah suci. Mereka harus mendapat pelayanan yang terbaik.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore