Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Januari 2026, 11.28 WIB

Jamaah Perempuan Dominasi Jamaah Haji Indonesia, Petugas Haji Dituntut Lebih Aktif Melindungi

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memberi keterangan soal dominasi jamaah perempuan di Haji 2026 kepada wartawan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Senin (26/1/2026). (MCH) - Image

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memberi keterangan soal dominasi jamaah perempuan di Haji 2026 kepada wartawan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Senin (26/1/2026). (MCH)

JawaPos.com - Jamaah perempuan mendominasi jamaah haji Indonesia yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut, dari 221 ribu jamaah haji Indonesia, sekitar 56 persennya adalah jamaah perempuan.

Artinya, tahun ini ada nyaris 124 ribu jamaah perempuan yang berangkat haji ke tanah suci.
Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri.

"Artinya semuanya membutuhkan perlindungan dan pendampingan yang sangat tinggi dari para petugas haji," terang Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Senin (26/1).

Para petugas haji diminta lebih aktif dan peka dalam hal perlindungan pada jamaah perempuan, agar mereka lebih aman dalam beribadah.

Selain itu, tahun ini persentase petugas haji perempuan juga ditambah menjadi 33 persen. Agar para jamaah perempuan merasa nyaman saat mendapat perlindungan.

Apalagi, tahun ini secara keseluruhan jumlah jamaah dari seluruh dunia yang berhaji di tanah suci mencapai sekitar 1,6 juta jiwa.

Selain banyaknya jamaah perempuan, Dahnil juga menyebut ada sekitar 80 persen jamaah haji reguler Indonesia berstatus risiko tinggi (Risti).

"Secara statistik jemaah haji kita yang risti, risiko tinggi, artinya mereka-mereka yang punya penyakit komorbid ya, itu hampir 170 ribu," ungkapnya.

Meski berstatus risti, mereka tetap bisa berangkat karena sedang dalam kondisi sehat dan lolos skrining ketat Istithaah kesehatan haji. Namun tetap ada catatan bahwa mereka berisiko.

"Dari 170 ribu yang risiko tinggi itu, itu 33 ribunya adalah jamaah haji lansia. Lansia itu yang umurnya 65 tahun ke atas," tutur mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu.

Karena itu, Dahnil mengingatkan para jamaah perempuan dan yang diberi catatan risti, harus selalu mengikuti panduan dan arahan dari petugas haji.

"Terutama terkait dengan kapasitas fisik, stamina, dan sebagainya," ucap Dahnil. Kondisi itu pula yang membuat pihaknya melatih petugas haji tahun ini dengan cara yang berbeda.

Para petugas menjalani pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan sistem semi militer di barak selama 20 hari, di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur.

Diklat itu dilakukan karena para petugas haji dituntut memiliki dalah tanggung jawab, disiplin, ketahanan fisik, serta stamina yang tinggi, untuk bisa melayani jamaah haji dengan maksimal.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore