Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Oktober 2025, 02.26 WIB

Memahami PTSD, Gangguan Stres Pasca Trauma dan Dampaknya pada Kesehatan Mental serta Cara Pemulihan Diri

Ilustrasi seseorang dengan gangguan PTSD membutuhkan dukungan dan pendampingan dari orang terdekat (Dok. Freepik)

JawaPos.com - PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) atau gangguan stres pasca trauma adalah kondisi gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang sangat menegangkan, menakutkan, atau mengancam jiwa. 

Contohnya meliputi kecelakaan berat, bencana alam, kekerasan fisik atau seksual hingga kehilangan orang terdekat secara tragis. PTSD membuat penderitanya sulit melupakan kejadian traumatis karena otak terus memutar ulang trauma seolah-olah sedang terjadi kembali.

Meskipun seseorang mungkin teringat akan pengalaman traumatis, hal itu tidak selalu menandakan bahwa ia menderita PTSD. Diagnosis PTSD mencakup beberapa kriteria tertentu. Gangguan ini umumnya muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa menakutkan atau mengancam nyawa.

Hingga kini, alasan mengapa peristiwa traumatis menjadi pemicu PTSD belum diketahui dengan jelas. Namun, para ahli menduga bahwa munculnya PTSD dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, seperti pengalaman hidup yang tragis, adanya riwayat gangguan mental, serta kepribadian bawaan yang cenderung temperamental.

Gejala dari Gangguan PTSD

Gejala PTSD memiliki kemiripan dengan sindrom Stockholm yang juga dapat muncul setelah seseorang mengalami pengalaman traumatis. Namun, tingkat keparahan serta durasi gejala dapat bervariasi pada setiap individu. 

Dikutip dari Alodokter, beberapa gejala umum dari PTSD adalah ingatan yang mengingat kembali peristiwa yang memicu traumanya. Pada beberapa kasus, mereka merasa seolah-olah sedang mengalami kejadian traumatis itu lagi.

Kenangan traumatis juga sering muncul dalam bentuk mimpi buruk, yang menyebabkan penderita mengalami tekanan emosional yang cukup berat. Selain itu, individu dengan PTSD biasanya berusaha untuk tidak memikirkan atau membahas peristiwa traumanya.

Hal ini bukan karena mengelak, tetapi biasanya mereka hanya tidak ingin rasa sakit itu muncul lagi. Biasanya, mereka cenderung menghindari berbagai hal yang berhubungan dengan kejadian traumatis, seperti tempat, kegiatan, maupun orang-orang yang terkait dengannya.

Jika terpaksa harus membahas pengalaman traumatis, orang yang mengalami PTSD sering kali merasa bersalah terhadap orang lain. Selain itu, penderita cenderung menarik diri dari lingkungan sosial karena mengalami kesulitan dalam membangun relasi dengan orang lain.

Upaya Pemulihan dari Kondisi PTSD

Jika seseorang di dekatmu mengalami PTSD, kamu bisa memerhatikan dan mungkin akan menyadari perubahan perilakunya. Dikutip dari Halodoc, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kecemasan dan frustasi akibat gangguan PTSD.

1. Konsumsi Obat dan Melakukan Terapi

Gejala PTSD yang dialami sering kali membuat penderitanya merasa lelah, sehingga waktu istirahat menjadi berkurang dan aktivitas sehari-hari pun terganggu. Penanganan yang tepat dapat dilakukan melalui terapi, baik berupa terapi psikologis maupun dengan bantuan obat-obatan seperti antidepresan dan obat tidur. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore