Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Februari 2026, 01.06 WIB

Tradisi Ziarah Jelang Ramadhan Bikin Pedagang Kembang Tabur di Surabaya Semringah

Deretan pedagang kembang tabur di pintu masuk TPU Ngagel Rejo, Surabaya, Rabu (18/2/2026). (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Deretan pedagang kembang tabur di pintu masuk TPU Ngagel Rejo, Surabaya, Rabu (18/2/2026). (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, tradisi ziarah kubur yang dilakukan umat Muslim di berbagai daerah membawa berkah tersendiri bagi pedagang kembang tabur. tidak terkecuali di Surabaya

Seperti yang terlihat di TPU Ngagel Rejo, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Sepekan terakhir, pemakaman ini ramai didatangi warga untuk memanjatkan doa bagi kerabat mereka yang telah lebih dahulu berpulang.

Salah seorang penjual kembang tabur di TPU Ngagel Rejo, Mirna, membenarkan adanya lonjakan penjualan bunga sejak sepekan terakhir. Puncaknya terjadi pada akhir pekan menjelang Ramadhan.

“Seminggu ini sudah mulai ramai, mbak, tetapi paling ramai sepertinya pas Sabtu-Minggu kemarin (14-15/2), karena kan pas libur panjang, jadi orang-orang nyempatin waktu buat nyekar," ucap Mirna kepada JawaPos.com, Rabu (18/2).

Ia mengatakan para peziarah biasanya datang ke makam saat pagi atau sore hari. Untuk harga kembang tabur, Mirna menjualnya dalam dua ukuran, satu kresek kecil seharga Rp 5 ribu dan kresek besar seharga Rp 10 ribu.

“Tergantung banyaknya. saya jual Rp 5 ribu, tapi kalau mau banyak ada juga yang Rp 10 ribu,” lanjutnya. Satu kresek berisi macam-macam kembang, seperti mawar, melati, kenanga, kamboja, kantil, dan irisan daun pandan.

Hal senada disampaikan Siti, pedagang kembang tabur di TPU Ngagel Rejo. Perempuan 41 tahun itu membenarkan adanya kenaikan penjualan yang mulai terasa sejak sepekan terakhir menjelang Ramadhan.

“Biasanya habis 200 kresek, sekarang (musim ziarah menjelang Ramadhan) bisa habis 300-an. Saya nggak pernah buat stok, saya bawa segitu, kalau sudah kembangnya habis, saya pulang,” ucap Siti di lokasi yang sama.

Berbeda dengan Mirna, Siti menuturkan bahwa dirinya hanya berjualan kembang tabur saat musim ziarah saja, seperti menjelang awal bulan puasa Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Kalau saya jualan disini kan musiman, saya buka tenda dagangan H-7 sampai H-1 puasa setiap pukul 06.00 - 17.00 WIB. Nanti kalau sudah masuk puasa, saya ganti jualan kue kering," ucap Siti. (*)

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore