
Ilustrasi menu buka puasa yang sebaiknya dihindari selama bulan Ramadhan. (Pexels/Gül Işık )
Alih-alih memulihkan energi secara bertahap, sebagian orang langsung mengonsumsi makanan berat, minuman sangat manis, atau hidangan tinggi lemak dalam jumlah besar.
Akibatnya, keluhan seperti perut kembung, mual, lonjakan gula darah, hingga rasa kantuk berlebihan sering muncul setelah buka puasa.
Padahal, Ramadhan seharusnya menjadi momentum memperbaiki pola makan, bukan sebaliknya.
Seperti informasi yang dirangkum dari Nutrition.org.uk, inilah 10 makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari sebagai menu utama saat buka puasa Ramadhan.
Tujuannya bukan untuk melarang sepenuhnya, melainkan membantu Anda lebih bijak dalam memilih asupan agar kesehatan tetap terjaga sepanjang bulan suci.
Untuk Diketahui, Mengapa Pemilihan Menu Buka Puasa Ramadhan Sangat Penting?
Selama Ramadhan, tubuh mengalami perubahan metabolisme. Kadar gula darah menurun saat siang hari, cairan tubuh berkurang, dan sistem pencernaan “beristirahat” lebih lama dibanding hari biasa.
Ketika waktu berbuka tiba, tubuh membutuhkan asupan yang tepat untuk menormalkan kondisi secara bertahap.
Jika makanan yang dikonsumsi terlalu berat, terlalu manis, atau terlalu berlemak, sistem pencernaan bisa “kaget”.
Inilah yang menyebabkan gangguan lambung, asam naik, dan rasa tidak nyaman setelah makan.
Karena itu, penting memahami bahwa buka puasa Ramadhan bukan hanya soal memuaskan rasa lapar, tetapi juga soal strategi nutrisi.
1. Gorengan Berlebihan
Gorengan hampir selalu hadir saat Ramadhan. Bakwan, tahu isi, risoles, hingga tempe goreng memang menggoda. Namun, menjadikan gorengan sebagai menu utama buka puasa bukan pilihan ideal.
Makanan yang digoreng mengandung lemak jenuh tinggi. Setelah seharian kosong, lambung akan bekerja keras mencerna lemak tersebut. Akibatnya:
Perut terasa begah
