Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Februari 2026, 18.45 WIB

5 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis, Jangan Sampai Ibadah di Bulan Suci Sia-Sia!

 

ilustrasi hal-hal yang membatalkan puasa. (Pexels/Pavel Danilyuk)

JawaPos.Com - Bulan suci Ramadhan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas iman, takwa, serta kedekatan spiritual kepada Allah SWT. 

Selama sebulan penuh, kaum Muslimin menjalankan ibadah puasa Ramadhan yang hukumnya wajib sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an, khususnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. 

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, tetapi juga menjaga diri dari segala hal yang dapat merusak nilai dan keabsahan ibadah tersebut.

Namun, tidak sedikit umat Islam yang masih belum memahami secara utuh perkara-perkara yang dapat membatalkan puasa. 

Padahal, pengetahuan ini sangat penting agar ibadah yang dijalankan tidak sia-sia dan tetap sah sesuai tuntunan syariat. 

Selain bersumber dari Al-Qur'an, penjelasan mengenai hal-hal yang membatalkan puasa juga banyak dijabarkan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW yang menjadi pedoman utama dalam praktik ibadah sehari-hari.

Kesalahan kecil yang dilakukan karena ketidaktahuan bisa berakibat fatal terhadap keabsahan puasa. 

Oleh karena itu, memahami secara benar apa saja yang termasuk pembatal puasa menjadi kewajiban setiap Muslim yang baligh dan berakal. 

Apalagi di era digital saat ini, informasi yang beredar sering kali tidak disertai dalil yang kuat sehingga berpotensi menimbulkan salah kaprah di tengah masyarakat.

Dikutip dari laman muhammadiah.or.id, inilah ringkas komprehensif tujuh hal yang membatalkan puasa Ramadhan berdasarkan dalil Al-Qur’an dan hadis shahih. 

Dengan pemahaman yang tepat, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang, yakin, dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW, sehingga pahala yang dijanjikan dapat diraih secara maksimal.

1. Makan dan Minum 

Hal yang paling jelas membuat puasa batal adalah makan dan minum. Puasa menjadi tidak sah atau batal oleh sebab memasukkan sesuatu ke dalam tubuh melalui mulut atau hidung, seperti menelan makanan, minum air, atau obat, atau juga ber-istinsyaq (memasukkan air ke hidung saat berwudu) yang kebablasan sehingga air masuk ke dalam perut.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore