Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Februari 2026, 05.45 WIB

Orang-Orang yang Memilih Mengisi Ulang Energi dengan Membatalkan Rencana: Psikologi Mengatakan Mereka Sebenarnya Mengelola 5 Hal Ini

seseorang yang lebih memilih mengisi energi./Freepik/freepik - Image

seseorang yang lebih memilih mengisi energi./Freepik/freepik

JawaPos.com - Di tengah budaya produktivitas yang sering memuja kesibukan, membatalkan rencana sering dianggap sebagai tanda kemalasan, ketidakkonsistenan, atau kurangnya komitmen.

Namun, psikologi modern memandang fenomena ini secara berbeda. Banyak orang yang memilih untuk membatalkan rencana bukan karena tidak peduli, melainkan karena mereka sedang mengisi ulang energi mental dan emosional.

Bagi sebagian orang, membatalkan rencana bukanlah bentuk pelarian, tetapi strategi sadar (atau tidak sadar) untuk menjaga keseimbangan hidup.

Psikologi menunjukkan bahwa orang-orang seperti ini sebenarnya sedang mengelola beberapa aspek penting dalam hidup mereka.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (4/2), terdapat 5 hal utama yang sebenarnya sedang mereka kelola.

1. Kesehatan Mental dan Emosional

Orang yang memilih membatalkan rencana sering kali memiliki sensitivitas tinggi terhadap kondisi mental dan emosional mereka sendiri. Mereka mampu mengenali tanda-tanda seperti:

kelelahan mental,

overstimulasi sosial,

kejenuhan emosional,

stres yang menumpuk.

Dalam psikologi, ini disebut sebagai emotional self-awareness — kemampuan mengenali kondisi batin sendiri. Ketika seseorang membatalkan rencana, sering kali itu adalah bentuk proteksi diri agar tidak mengalami burnout, kecemasan berlebih, atau kelelahan emosional.

Alih-alih memaksakan diri demi memenuhi ekspektasi sosial, mereka memilih kesehatan jangka panjang.

2. Batasan Diri (Personal Boundaries)

Membatalkan rencana juga menunjukkan kemampuan mengelola batasan pribadi. Ini berarti seseorang mampu berkata:

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore