Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Februari 2026, 16.54 WIB

Menu Berbuka Puasa yang Tepat : Jangan Asal Manis Agar Tubuh Tetap Sehat dan Kuat

Makanan manis adalah salah satu menu buka puasa yang seharusnya dihindari (lifeextension.com)

JawaPos.com – Berbuka puasa di bulan suci Ramadhan adalah momen yang paling ditunggu setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Tetapi memilih menu yang tepat saat berbuka puasa sangat penting untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh.

Organisasi kesehatan global seperti WHO menekankan pentingnya makanan seimbang dan menghindari makanan manis berlebihan saat berbuka puasa untuk tubuh pulih secara optimal setelah berpuasa seharian.

Artikel ini membahas alasan berbuka puasa dengan makanan terlalu manis bukan pilihan terbaik serta bagaimana memilih menu berbuka puasa yang sehat dan bergizi sebagaimana dilansir dari laman WHO dan British Nutrition Foundation, Jumat (20/2) :

Mengapa banyak orang memilih menu manis saat berbuka ?

Tradisi berbuka puasa seringkali dimulai dengan makanan dan minuman manis seperti es manis, kolak, atau minuman bergula karena dengan cepat memberikan rasa segar setelah berpuasa.

Namun dari sudut pandang nutrisi, makanan yang terlalu manis justru dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah tiba-tiba yang diikuti oleh penurunan energi sehingga Anda merasa cepat lemas dan mengantuk. 

Menurut panduan nutrisi untuk puasa, minuman dan makanan tinggi gula tambahan sebaiknya dibatasi karena memberikan kalori kosong tanpa nutrisi penting lainnya. 

Riset pada puasa Ramadhan menunjukkan bahwa waktu berbuka sering didominasi oleh konsumsi makanan besar sekaligus dan sering kurang seimbang yang artinya banyak energi berasal dari gula dan lemak daripada nutrisi seimbang.

Selain itu, makanan manis biasanya cepat dicerna sehingga energi yang didapat cepat habis sehingga membuat tubuh kembali lapar lebih cepat. 

Risiko kesehatan dari berbuka puasa dengan makanan manis berlebihan

Konsumsi gula berlebihan secara umum dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, gangguan metabolic dan ketidakseimbangan energi dalam tubuh.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore