Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Februari 2026, 20.06 WIB

7 Kesalahan Umum Saat Berbuka Puasa yang Berisiko bagi Pencernaan dan Metabolisme Tubuh

Ilustrasi melakukan buka puasa bersama (Freepik)

JawaPos.com – Instruktur Spesialis Nutrisi mengingatkan pentingnya pola makan yang tepat saat berbuka puasa. Kebiasaan makan yang tidak terkontrol setelah seharian berpuasa dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.

Berikut 7 kesalahan umum yang sering dilakukan saat berbuka puasa, seperti dikutip dari laman resmi Uskudar University pada Minggu (22/2).

  1. Makan Terlalu Cepat

Makan dengan cepat setelah berpuasa lama dapat mengganggu sistem pencernaan. Proses pengunyahan yang tidak sempurna membuat lambung bekerja lebih berat. Selain itu, otak terlambat menerima sinyal kenyang sehingga memicu konsumsi makanan berlebihan.

  1. Mengonsumsi Porsi Berlebihan Sekaligus

Mengisi perut dengan porsi besar dalam waktu singkat menyebabkan lambung mengembang secara tiba-tiba. Kondisi ini dapat menimbulkan kembung, nyeri perut, dan gangguan pencernaan. Beban kerja jantung juga meningkat karena aliran darah terfokus pada proses pencernaan.

  1. Langsung Menyantap Makanan Berat

Memulai berbuka dengan makanan berat berisiko memperburuk kondisi lambung yang kosong seharian. Lambung membutuhkan adaptasi bertahap sebelum menerima makanan utama. Karena itu, disarankan memulai dengan air, sup, atau kurma sebelum melanjutkan ke hidangan utama.

  1. Segera Mengonsumsi Makanan Penutup

Mengonsumsi makanan penutup segera setelah makan utama menambah beban pencernaan. Makanan tinggi gula dan lemak dapat memicu lonjakan kadar gula darah secara tiba-tiba. Kondisi ini berpotensi menyebabkan rasa lelah, kantuk, dan fluktuasi gula darah.

  1. Mengabaikan Jeda Setelah Makanan Pembuka

Tidak memberi jeda antara makanan pembuka dan hidangan utama membuat sistem pencernaan bekerja terlalu cepat. Istirahat selama 15 hingga 20 menit membantu tubuh menyesuaikan diri. Cara ini juga membantu mengontrol porsi agar tidak berlebihan.

  1. Memilih Makanan Berlemak dan Digoreng

Makanan yang terlalu berlemak, digoreng, atau pedas dapat meningkatkan risiko refluks dan gangguan lambung. Proses pencernaan menjadi lebih lambat dan berat. Metode memasak seperti merebus, memanggang, atau membakar lebih dianjurkan.

  1. Minum Teh atau Kopi Segera setelah Makan

Minum teh atau kopi langsung setelah berbuka dapat menghambat penyerapan zat besi. Selain itu, minuman berkafein dan berkarbonasi dapat memperparah keluhan lambung. Konsumsi minuman tersebut sebaiknya dilakukan setidaknya dua jam setelah makan, dengan total asupan air 2 hingga 2,5 liter antara berbuka dan sahur.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore