Puasa Ramadhan bisa melatih kesabaran (freepik)
JawaPos.com – Puasa Ramadhan tidak hanya soal menahan lapar dan haus tetapi juga merupakan latihan batin yang bisa memperkuat kesabaran serta ketahanan emosi seseorang sepanjang hari.
Penelitian dari Pubmed Journal menemukan bahwa puasa Ramadhan dikaitkan dengan peningkatan ketahanan emosional, disiplin diri dan kesejahteraan psikologis bagi banyak orang yang menjalankannya.
Artikel ini menjelaskan secara ilmiah mengapa puasa dapat melatih kesabaran sebagaimana dilansir dari laman Pubmed Journal dan Sakeena Academy, Senin (23/2) sebagai berikut :
Puasa setiap hari selama Ramadhan mengharuskan seorang Muslim menahan diri dari makan, minum, dan dorongan fisik lainnya. Hal ini secara praktis merupakan bentuk latihan self control atau kontrol diri.
Riset menunjukkan bahwa praktik menahan diri secara terus-menerus dapat membantu individu menjadi lebih sadar akan impuls mereka dan memperkuat kemampuan untuk mengendalikannya dalam situasi lain.
Dengan membiasakan diri untuk menahan dorongan biologis seperti lapar, puasa menciptakan kebiasaan mental yang mempermudah mengatasi dorongan emosional lainnya termasuk kesal atau marah.
Menurut tinjauan psikologis, kegiatan spiritual seperti puasa dapat berkontribusi pada pengaturan emosi yang lebih baik secara keseluruhan.
Selama puasa, seseorang tidak hanya menahan lapar tetapi juga berusaha mengendalikan emosi negatif seperti marah, kesal atau tidak sabar. Hal ini merupakan komponen penting dari kesabaran.
Riset ilmiah menunjukkan bahwa praktik religius yang melibatkan pengekangan diri secara konsisten bisa meningkatkan ketahanan terhadap stres emosional.
Hal ini berarti puasa dapat membantu seseorang menunda reaksi emosional instan dan berpikir lebih tenang sebelum merespons situasi yang memicu kesabaran rendah.
Puasa yang dilakukan dengan kesadaran penuh (mindfulness) bukan sekadar rutinitas melainkan dapat memperkuat pengalaman batin dalam mengelola pikiran dan emosi.
Praktik mindfulness membantu seseorang fokus pada kondisi saat ini tanpa bereaksi berlebihan terhadap godaan atau kesulitan yang merupakan keterampilan penting dalam kesabaran.
Penelitian psikologi menunjukkan bahwa mindfulness dapat meningkatkan kapasitas seseorang menunda kepuasan instan dan berpikir sebelum merespons. Dua faktor ini sangat terkait dengan kesabaran dan ketahanan emosional.
Dengan demikian, puasa yang dilakukan secara sadar menjadi ajang latihan mental untuk membangun ketenangan batin dan pengendalian diri yang lebih baik.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
