Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Februari 2026, 16.00 WIB

Rahasia Berbuka Puasa dengan yang Manis di Bulan: Sunnah, Sains dan Manfaatnya

Makanan dan minuman manis (freepik)

JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan identik dengan tradisi berbuka puasa dengan yang manis. Banyak umat Muslim memulai berbuka puasa dengan makanan atau minuman manis mulai dari kolak, kurma, es buah atau teh manis hangat.

Ternyata kebiasaan ini bukan sekadar budaya tetapi memiliki dasar agama dan penjelasan ilmiahnya.

Berikut penjelasan lengkap tentang tradisi berbuka puasa dengan yang manis saat Ramadhan sebagaimana dilansir dari laman Islamic Relief UK dan Cleveland Clinic, Rabu (25/2) :

  1. Sunnah Rasulullah SAW

Berbuka puasa dengan manis termasuk kurma merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW. Hal ini dijelaskan oleh Islamic Relief UK bahwa Rasulullah menganjurkan berbuka puasa dengan kurma dan air.

Karena itu, banyak umat Muslim di seluruh dunia mengikuti kebiasaan ini. Tradisi ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga membawa manfaat kesehatan.

  1. Mengembalikan energi dengan cepat

Setelah berpuasa lebih dari 12 jam, kadar gula darah cenderung menurun. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa konsumsi makanan manis dalam jumlah wajar dapat membantu menaikkan kadar gula darah yang turun.

Kurma sendiri mengandung glukosa dan fruktosa alami yang cepat diserap tubuh. Inilah sebabnya berbuka puasa dengan yang manis terasa langsung menyegarkan.

  1. Didukung ilmu gizi modern

Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, karbohidrat sederhana dapat menjadi sumber energi cepat bagi tubuh.

Kurma dan buah-buahan mengandung gula alami bahkan gula tambahan.Hal ini membuatnya lebih aman dibandingkan minuman manis dengan pemanis berlebihan.

  1. Membantu tubuh beradaptasi

Berbuka puasa dengan makanan ringan dan manis membantu sistem pencernaan tidak kaget. British Nutrition Foundation menyarankan agar berbuka diawali dengan makanan ringan sebelum makan utama.

Cara ini membantu mencegah gangguan lambung. Tubuh pun bisa menerima makanan berat secara bertahap.

  1. Memberikan efek psikologis positif

Rasa manis dapat memberikan rasa nyaman dan bahagia. Harvard Health Publishing menyebutkan bahwa gula dapat memicu pelepasan dopamine yang berhubungan dengan rasa senang.

Inilah alasan mengapa teh manis hangat atau kolak terasa begitu menenangkan saat berbuka. Hal ini disebabkan karena ada efek emosional yang ikut bekerja.

  1. Sesuai dengan lidah orang Indonesia

Di Indonesia, menu manis saat berbuka sangat beragam mulai dari kolak pisang, es buah, kurma hingga bubur sumsum menjadi favorit keluarga.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore