
Olahraga ringan setelah berbuka adalah salah satu cara mengelola overthinking saat puasa (freepik)
JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan adalah momen untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri. Namun, tidak sedikit orang yang justru mengalami overthinking saat puasa.
Perubahan pola makan,tidur, dan rutinitas kerja bisa memicu kecemasan berlebih. Jika tidak dikelola dengan baik,overthinking dapat mengganggu kualitas ibadah Ramadhan.
Menurut penjelasan dari APA, overthinking sering dikaitkan dengan stres dan kecemasan yang berulang. Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi dan kesejahteraan mental.
Sementara itu, riset dari Harvard Medical School menyebutkan bahwa stres yang tidak terkendali dapat memengaruhi kualitas tidur dan emosi. Saat puasa Ramadhan, kestabilan emosi sangat penting.
Berikut 8 cara mengelola overthinking selama puasa Ramadhan agar hati lebih tenang dan ibadah lebih khusyuk sebagaimana dilansir dari laman Harvard Medical School dan Pew Research Center, Sabtu (28/2):
Kurang tidur dapat memperburuk kecemasan dan pikiran berlebihan. Saat Ramadhan, waktu tidur sering terganggu karena sahur dan tarawih.
Menurut National Sleep Foundation, kualitas tidur berpengaruh besar terhadap kesehatan mental. Tidur cukup membantu otak mengelola emosi lebih baik.
Jadi, usahakan tidur lebih awal setelah tarawih. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu istirahat siang singkat agar tubuh tetap segar.
Dzikir membantu menenangkan pikiran dan memperlambat arus pikiran negatif. Praktik ini mirip dengan konsep mindfulness dalam psikologi modern.
Penelitian dari University of Oxford menunjukkan bahwa mindfulness dapat mengurangi kecemasan. Latihan fokus pada saat ini membantu menghentikan overthinking.
Saat puasa Ramadhan, dzikir pagi dan petang sangat dianjurkan. Selain bernilai ibadah juga berdampak positif pada kesehatan mental.
Paparan media sosial berlebihan dapat memicu perbandingan sosial. Hal ini sering menjadi sumber overthinking.
Menurut laporan dari Pew Research Center, penggunaan media sosial yang intens dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis. Karena itu, sangat penting membatasi waktu layar.
Intinya, gunakan media sosial untuk konten positif seperti kajian Ramadhan. Hindari konsumsi konten yang memicu kecemasan.
Asupan gizi memengaruhi kestabilan emosi. Gula darah yang tidak stabil dapat memperburuk suasana hati.
