
Klenteng populer yang banyak dikunjungi wisatawan saat perayaan Imlek di Jawa Timur, Klenteng Sanggar Agung Surabaya. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu menghadirkan suasana yang khas seperti dominasi warna merah, deretan lampion, aroma hio yang menenangkan, hingga pertunjukan barongsai yang meriah.
Di Jawa Timur, momen ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga berubah menjadi magnet wisata budaya yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai latar belakang.
Banyak orang datang bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga menikmati atmosfer kebersamaan dan toleransi yang terasa hangat setiap tahunnya.
Sejumlah klenteng di Jawa Timur bahkan sudah menjadi destinasi favorit saat Imlek karena sejarah panjang, arsitektur yang memikat, serta tradisi yang masih terjaga hingga kini.
Mengunjungi klenteng saat Imlek bisa menjadi pengalaman unik, mulai dari melihat ritual pergantian tahun, menikmati pertunjukan seni, hingga sekadar merasakan energi positif yang memenuhi setiap sudutnya.
Berikut lima klenteng di Jawa Timur, yang selalu ramai dikunjungi wisatawan:
Terletak di kawasan wisata Kenjeran, klenteng ini sering disebut sebagai ikon Imlek di Surabaya. Posisi bangunannya yang menghadap laut menciptakan suasana spiritual sekaligus romantis, terutama saat malam hari.
Setiap perayaan Imlek, ribuan pengunjung datang untuk beribadah maupun menikmati festival budaya yang digelar di area sekitar klenteng.
Lampion raksasa, pertunjukan barongsai, dan panorama laut membuat pengalaman berkunjung terasa sangat berkesan. Tak heran jika tempat ini selalu menjadi destinasi favorit keluarga untuk merayakan pergantian tahun baru Imlek.
Sebagai salah satu klenteng tertua di Surabaya, tempat ini memiliki nilai sejarah yang sangat kuat. Berdiri sejak sekitar tahun 1820, bangunan klenteng dihiasi ornamen naga dan phoenix yang melambangkan keseimbangan serta kemakmuran.
Saat malam pergantian tahun Imlek, suasananya terasa sangat khidmat. Lilin-lilin besar menyala, doa dipanjatkan, dan pengunjung datang silih berganti untuk memohon keberuntungan di tahun yang baru.
Beralih ke Malang, klenteng ini dikenal sebagai yang tertua di kota tersebut. Nama Eng An Kiong memiliki makna mendalam, yaitu “istana keselamatan dalam keabadian Tuhan.” Bangunannya menyimpan puluhan altar pemujaan dengan patung dewa dan dewi yang memikat.
Saat Imlek, klenteng ini dipenuhi warga yang datang untuk sembahyang, menyalakan hio, dan memohon keselamatan. Suasana sakral berpadu dengan kehangatan kebersamaan yang terasa begitu kental.
Klenteng yang berdiri sejak awal abad ke-19 ini menjadi pusat komunitas Tionghoa di Kediri. Dibangun oleh para perantau yang datang melalui Sungai Brantas, tempat ini menyimpan sejarah panjang perjalanan budaya Tionghoa di Jawa Timur.
Saat Imlek, kawasan klenteng dipenuhi lampion dan doa bersama yang diikuti masyarakat setempat. Suasananya sederhana namun penuh makna, menciptakan pengalaman yang hangat dan membumi.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
