Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Oktober 2025, 03.20 WIB

Sara Wijayanto Ungkap Pernah Alami KDRT dari Mantan Suami: Diseret, Ditendang, tapi Merasa Ada yang Melindungi

Sara Wijayanto. (Instagram @sarawijayanto) - Image

Sara Wijayanto. (Instagram @sarawijayanto)

JawaPos.com - Aktris sekaligus indigo terkenal, Sara Wijayanto, membagikan kisah kelam yang pernah dialami saat menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Cerita itu disampaikannya dalam program Batik Haji Igun bersama desainer sekaligus presenter Ivan Gunawan melalui kanal Youtube @Comic 8 Revolution.

Awalnya, obrolan antara Ivan dan Sara berfokus pada kemampuan spiritual yang dimiliki Sara. Ivan dengan nada penasaran menanyakan tentang kepekaan batin yang sering dikaitkan dengan sosok Sara. “Nah, maksudnya Mbak lebih peka ke mana?” tanya Ivan dengan rasa ingin tahu.

Sara pun menjawab dengan tenang. “Ee… lebih peka ke orang lain. Kalau diri sendiri, itu istilahnya kayak tukang cukur rambut, bisa nyukur rambut orang tapi nggak bisa nyukur rambut sendiri, atau kalaupun bisa pasti nggak akan rapi,” ujar Sara.

Jawaban itu rupanya membuka ruang untuk Ivan menyinggung pengalaman kelam yang pernah dialami Sara. Dengan hati-hati, Ivan bertanya, “Makanya dulu kena KDRT juga enggak bisa ngerasain ya, Mbak?” ujarnya.

“Dulu setiap kali aku melihatnya, aku selalu melihat sesuatu di belakang orang itu sebuah bayangan gelap yang tingginya hampir mencapai langit-langit ruangan. Oh ya, itu setiap kali kejadian aku enggak tahu ya, kayak aku salah satu orang yang beruntung bisa keluar dari situ,” tutur Sara. Sara kemudian mengisahkan momen paling kelam dalam hidupnya saat mengalami kekerasan dari mantan suaminya.

“Ada momen di mana aku sampai jatuh. Aku lari dari atas, jatuh di tangga. Aku bangun, lari lagi mau buka pintu. Pas mau kebuka pagarnya, aku dijambak, diseret, terus perut aku ditendang gitu kan. Itu aku enggak apa-apa,” ungkapnya.

Sara menjelaskan juga, secara logika seharusnya kondisi tubuhnya bisa mengalami luka parah apabila diperlakukan seperti itu. “Kaya secara logika orang jatuh dari tangga terus dipukul perutnya pasti kan ada internal bleeding atau apa sekeras itu ya. Ini cuman memar-memar aja, tapi kayak aku ngerasa bahwa ada yang ngelindungin aku, karena nggak mungkin banget gitu dengan dengan hantaman dan tarikan sekenceng itu,” jelasnya.

Ivan yang mendengarkan dengan penuh empati lantas bertanya, “Emang nggak ada biru-biru, Mbak?” Sara mengangguk pelan. “Biru- biru, tapi nggak ada patah ulang, enggak ada apa namanya internal bleeding kan bisa aja gitu.,” jawabnya.

Sara mengatakan, setelah melewati kejadian tersebut, dirinya mulai menyadari bahwa ada kekuatan yang menjaga dan membantunya keluar dari hubungan yang membawa kekerasan di rumah tangga yang dilakukan oleh mantan suaminya itu. “Aku berpikir sekarang, sebenarnya ada sesuatu yang melindungi aku sampai akhirnya aku bisa keluar dari situ,” ucapnya.

Dalam pengakuannya, Sara menyebut bahwa hubungan penuh kekerasan itu berlangsung cukup lama. “Sama dia tuh lima tahun, tapi tiga tahun terakhir baru mulai kejadian itu. Sampai akhirnya bisa keluar juga, itu luar biasa banget,” ujarnya dengan rasa lega karena berhasil keluar dari hubungan rumah tangga yang toxic.

Cerita terbuka Sara itu menjadi momen penuh pembelajaran dalam tayangan tersebut. Tak hanya menunjukkan keberaniannya untuk berbicara, Sara juga memberikan pesan kuat bagi perempuan lain yang mungkin masih terjebak dalam situasi serupa. Bahwa kekerasan bukanlah hal yang harus disembunyikan, dan keluar dari lingkaran itu adalah bentuk kemenangan yang sesungguhnya. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore