Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Oktober 2025, 21.04 WIB

Dapat Arahan dari Chairul Tanjung, Trans 7 Resmi Hentikan Program Xpose Uncensored Selamanya

Chairman Trans Media, Chairul Tanjung (jas hitam) bersalaman dengan Chairman SM Entertainment, Lee Soo Man saat penandatanganan kerja sama antara SM Entertainment dan Trans Media di Jakarta, Kamis (21/2) - Image

Chairman Trans Media, Chairul Tanjung (jas hitam) bersalaman dengan Chairman SM Entertainment, Lee Soo Man saat penandatanganan kerja sama antara SM Entertainment dan Trans Media di Jakarta, Kamis (21/2)

JawaPos.com - Direktur Utama Trans 7, Atiek Nur Wahyuni, menyampaikan sikap tegas perusahaan berupa penghentian program Xpose Uncensored secara permanen setelah mendapat kecaman luas dari banyak pihak karena dianggap melecehkan dan merendahkan pesantren.

Keputusan pemberhentian program tersebut dinyatakan secara tegas oleh Atiek Nur Wahyuni dalam pertemuan bersama Himpunan Alumni Santri Lirboyo di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (16/10). Pemberhentian permanen program tersebut diputuskan setelah mendapat arahan langsung dari pemilik Trans 7, Chairul Tanjung.

"Walaupun kami telah mendapatkan sanksi dari KPI, kami mendapat arahan dari Pak Chairul Tanjung, kami hentikan program ini untuk seterusnya," kata Atiek Nur Wahyuni tegas.

Selain memberhentikan program tersebut, Trans 7 juga memberikan sanksi tegas terhadap rumah produksi yang memproduksi konten tayangan tertanggal 13 Oktober 2025 yang kemudian menuai kontroversi. Sanksinya adalah berupaya pemutusan bekerja sama. 

"Hal itu terjadi bukan bukan kesengajaan, rumah produksi memberikan kepada kami dalam waktu sangat mepet, walaupun ini bukan alasan. Ini jadi pelajaran yang luar biasa berharga buat Trans 7," ungkapnya.

Atiek Nur Wahyuni beberapa kali mengucapkan permintaan maaf atas tayangan yang telah menyinggung kiai, santri, dan komunitas pesantren. Pihaknya mengakui kesalahan terjadi akibat adanya kelalaian. Trans 7 berjanji akan memperbaiki ke depannya.

"Kejadian ini bukan sebuah kesengajaan, tapi ini kami lalai dalam quality control karena waktu yang pendek. Ke depannya kami akan memperbaiki dan akan sangat memperhatikan, bahkan mungkin akan merombak tim untuk quality control. Terutama yang berkaitan dengan program religi, khususnya pondok pesantren," ungkapnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore