
Bandar udara Internasional Jawa Barat Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.(Instagram propertek.id)
JawaPos.com-Pembangunan kawasan industri dirgantara terpadu Kertajati Aerospace Park resmi dimulai. Hal ini ditandai dengan groundbreaking tahap pertama di Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati, Majalengka oleh PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) bersama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB).
Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi, menyampaikan groundbreaking ini menjadi penanda dimulainya pengembangan kawasan yang digadang menjadi motor baru industri aviasi dan pertahanan Indonesia. Pada tahap awal, pengembangan akan difokuskan pada pematangan lahan, pembangunan infrastruktur dasar kawasan, dan konstruksi hanggar rotary wing.
"Hanggar ini dirancang dengan kapasitas fleksibel untuk menampung beberapa unit helikopter kelas menengah secara bersamaan dan diharapkan mulai beroperasi secara bertahap pada periode kuartal III hingga kuartal IV-2026," kata Andi dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Selasa (9/12).
Dia membeberkan, pada tahap awal pihaknya akan melengkapi fasilitas pendukung seperti jaringan listrik, air, jalan internal, hingga fiber optik dibangun paralel untuk mendukung operasional awal.
Setelah fase ini rampung, pengembangan bakal dilanjutkan dengan pembangunan apron dan taxiway, hanggar untuk pesawat fixed wing, fasilitas perawatan mesin dan komponen, manufaktur suku cadang, hingga fasilitas industri pendukung lain sebagai bagian dari rencana jangka panjang Aerospace Park.
Andi optimistis kolaborasi dengan BIJB dan dukungan pemerintah akan menjadikan Kertajati sebagai pusat gravitasi baru industri aviasi Indonesia. "Investasi tahap pertama untuk hanggar dan fasilitas awal berada di atas USD 5 juta, dan akan terus meningkat seiring ekspansi kawasan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Dirut BIJB, Ronald H. Sinaga, menilai pembangunan tahap pertama ini sebagai momentum strategis memperkuat peran Kertajati sebagai aerocity dan pusat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. "Dengan hadirnya GMF, ekosistem industri penerbangan terintegrasi di Kertajati semakin nyata. Kami mendorong pengembangan yang berkelanjutan dengan prinsip ESG agar menghadirkan nilai tambah bagi daerah dan nasional,” terang dia.
Dalam jangka panjang, kata Ronald, Kertajati Aerospace Park akan dikembangkan sebagai kawasan industri dirgantara berkonsep green, smart, and sustainable. Fasilitas manufaktur, pusat logistik, area pelatihan, serta industri pendukung lain akan dibangun bertahap setelah infrastruktur dasar beroperasi. "Kawasan ini juga diproyeksikan menciptakan pusat pertumbuhan baru, membuka lapangan kerja, melibatkan UMKM sekitar, dan memperkuat posisi Kertajati sebagai simpul logistik dan industri teknologi tinggi di Indonesia," tuturnya. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
