
Elon Musk menegaskan perlunya peningkatan keamanan pribadi usai insiden pembunuhan aktivis politik Charlie Kirk. (Reuters)
JawaPos.com - Elon Musk secara historis menjadi orang pertama di dunia yang kekayaan bersihnya melampaui angka USD 500 miliar atau setara dengan Rp 8,32 kuadriliun. Pencapaian monumental ini terjadi kurang dari setahun setelah kekayaannya menyentuh USD 400 miliar.
Angka ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai individu terkaya di planet ini. Menurut indeks miliarder Forbes, kekayaan Musk sempat mencapai USD 500 miliar sebelum akhirnya stabil di USD 499,1 miliar per pukul 5 sore ET.
Seperti dilansir dari Reuters, lonjakan kekayaan ini sebagian besar didorong oleh kenaikan harga saham Tesla, di mana kekayaan Musk sangat terkait dengan kepemilikan sekitar 12 persen saham di produsen mobil paling berharga di dunia tersebut. Setelah awal tahun yang bergejolak, saham mobil listrik itu telah meningkat sekitar 14 persen sepanjang tahun ini.
Kepercayaan pasar terhadap Tesla diperkuat ketika Musk mengumumkan pembelian saham perusahaan senilai sekitar USD 1 miliar bulan lalu. Hal ini terjadi di tengah upaya perusahaan untuk bertransisi dari produsen otomotif menjadi raksasa di bidang kecerdasan buatan (AI) dan robotika.
Dewan direksi Tesla juga baru-baru ini mengusulkan paket kompensasi fantastis senilai USD 1 triliun untuk Musk. Paket ini menetapkan target operasional dan keuangan yang ambisius bagi sang CEO dan memenuhi tuntutannya untuk mendapatkan saham yang lebih besar, menjadikannya paket gaji terbesar yang pernah ditawarkan kepada eksekutif perusahaan. Investor meyakini rencana ini akan membuat Musk semakin fokus pada Tesla, meskipun ia memiliki komitmen yang luas di berbagai perusahaannya.
Selama bertahun-tahun, berbagai usaha yang dilakukan Musk telah memberinya pengaruh yang sangat besar di berbagai sektor teknologi seperti xAI (Startup AI) yang dilaporkan telah meningkatkan valuasi menjadi USD 200 miliar.
xAI, yang bernilai USD 75 miliar pada bulan Juli, sedang mengembangkan supercomputer yang dijuluki "Colossus" untuk melatih model AI skala besar. Chatbot mereka, Grok, bertujuan untuk menyaingi pemain besar seperti Gemini milik Google dan ChatGPT milik OpenAI.
Terdapat pula, SpaceX, perusahaan roket ini juga mengalami peningkatan valuasi, dilaporkan menjadi USD 400 miliar. SpaceX mendominasi sektor luar angkasa komersial.
Mereka mengoperasikan jaringan satelit terbesar di dunia melalui Starlink dan mengamankan sebagian besar kontrak peluncuran di AS. Perusahaan ini secara konsisten mencetak rekor peluncuran roket terbanyak di dunia, melayani Stasiun Luar Angkasa Internasional, dan membawa satelit untuk jaringan pesaing.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
