Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Oktober 2025, 21.52 WIB

Manuver Besar Gautam Adani: Akuisisi Aset Sahara Jadi Langkah Global Bangun Imperium Properti India

Logo Adani Group terpampang di salah satu gedung milik perusahaan di pinggiran Ahmedabad, India. (Reuters) - Image

Logo Adani Group terpampang di salah satu gedung milik perusahaan di pinggiran Ahmedabad, India. (Reuters)

JawaPos.com — Dalam manuver bisnis berskala besar yang menandai babak baru ekspansi konglomerasi India, Gautam Adani melalui Adani Properties mengajukan permohonan kepada Mahkamah Agung India untuk mengakuisisi 87 aset utama milik Sahara Group, termasuk hotel, pusat perbelanjaan, dan lahan bernilai tinggi.

Langkah Adani ini tidak hanya bertujuan memperluas portofolio properti Adani, tetapi juga menjadi strategi global memperkuat posisi konglomerat tersebut dalam sektor properti dan perhotelan.

Dilansir dari Reuters, Rabu (15/10/2025), akuisisi ini diharapkan membantu Sahara Group menghimpun dana untuk melunasi kewajiban kepada investor senilai sekitar USD 2,82 miliar atau setara Rp46,9 triliun (kurs Rp16.590 per dollar AS). Dana tersebut diperlukan untuk membayar kembali investasi dalam skema obligasi yang dinyatakan ilegal oleh otoritas keuangan India.

Pengacara Adani Group, Mukul Rohatgi, menjelaskan di hadapan majelis hakim bahwa pihaknya siap membeli seluruh aset tersebut tanpa terkecuali. “Kami telah mengajukan tawaran untuk membeli semua properti milik Sahara dan siap menanggung seluruh klaim yang melekat pada aset tersebut,” ujar Rohatgi seperti dikutip Business Standard.

Pernyataan ini menegaskan keseriusan Adani untuk menyelesaikan transaksi secara menyeluruh guna menghindari sengketa hukum yang berlarut-larut.

Mahkamah Agung India kini tengah meninjau proposal tersebut dan telah meminta pandangan dari sejumlah lembaga pemerintah, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian Urusan Korporasi, serta Otoritas Pasar Modal dan Sekuritas India (Securities and Exchange Board of India/SEBI). Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung pada November mendatang setelah seluruh instansi menyampaikan pendapat mereka.

Isu utama dalam proses ini adalah mekanisme penjualan aset, apakah akan dilakukan secara bertahap atau dalam satu paket besar. “Usulan ini tampak menjanjikan, namun harus dipertimbangkan dari berbagai aspek sebelum disetujui,” ujar salah satu hakim Mahkamah Agung seperti dikutip The Indian Express. SEBI menegaskan, jika penjualan disetujui, harga transaksi tidak boleh di bawah 90 persen dari nilai pasar untuk menjaga keadilan bagi investor.

Portofolio Sahara mencakup beragam properti bergengsi, mulai dari gedung perkantoran hingga kawasan perumahan mewah. Di antara aset paling ikonik adalah Aamby Valley, kawasan eksklusif seluas sekitar 9.000 hektare di dekat Mumbai yang dilengkapi dengan landasan udara, danau buatan, serta vila mewah.

Seorang sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan kepada Reuters, “Langkah ini juga membuka pintu bagi Adani untuk memasuki bisnis perhotelan, karena Hotel Sahara Star dan kawasan Aamby Valley termasuk dalam paket akuisisi.”

Langkah akuisisi ini menunjukkan strategi Adani Group untuk memperkuat kendali atas aset fisik di tengah upaya diversifikasi bisnis global. Jika berhasil, kesepakatan ini akan memperluas land bank Adani sekaligus mempercepat transformasi perusahaan menjadi kekuatan dominan di sektor properti India.

Secara lebih luas, manuver Adani mencerminkan tren global di mana konglomerat besar memperluas pengaruh mereka melalui kepemilikan aset strategis lintas sektor. Bagi Adani, keberhasilan akuisisi ini bukan hanya soal memperbesar portofolio, tetapi juga mempertegas peran India sebagai pemain utama dalam peta bisnis internasional.

Dengan keputusan pengadilan yang ditunggu pada November, dunia bisnis kini menanti apakah langkah berani Gautam Adani ini akan menjadi titik balik menuju dominasi baru di sektor properti, atau justru membuka babak panjang tarik ulur hukum antara dua raksasa bisnis India tersebut. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore