Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 November 2025, 16.01 WIB

Adani Bangun Sistem Penyimpanan Energi Baterai Terbesar di India, Perkuat Posisi dalam Peta Transisi Energi Global

Gautam Adani, pemilik Adani Group, yang tengah memimpin pembangunan sistem penyimpanan energi baterai terbesar di India. (Bloomberg)

JawaPos.com — Miliarder Gautam Adani kembali memperkuat ambisinya dalam peta energi global melalui langkah strategis membangun sistem penyimpanan energi baterai terbesar di India

Melalui Adani Group, dia berencana membangun fasilitas raksasa di Khavda, Gujarat, dengan kapasitas penyimpanan daya mencapai 1.126 megawatt (MW). Proyek ini menjadi bagian penting dari upaya India menuju kemandirian energi bersih dan transisi global menuju sumber energi berkelanjutan.

Melansir Bloomberg News, Rabu (12/11/2025), sistem penyimpanan energi ini diperkirakan rampung pada Maret 2026 dan akan menjadi fasilitas terbesar di India sekaligus salah satu sistem penyimpanan energi tunggal terbesar di dunia.

Menurut keterangan resmi Adani Group, proyek tersebut akan mampu menampung energi hingga 3.530 megawatt-jam (MWh), cukup untuk menyuplai daya selama tiga jam penuh dalam kapasitas maksimum.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Adani dalam memperkuat posisi India sebagai kekuatan baru di sektor energi terbarukan dunia. “Penyimpanan energi adalah fondasi masa depan yang digerakkan oleh energi terbarukan. Melalui proyek bersejarah ini, kami tidak hanya menetapkan tolok ukur global, tetapi juga memperkuat komitmen kami terhadap kemandirian energi India dan keberlanjutan,” ujar Gautam Adani dalam pernyataan resminya.

Proyek yang berlokasi di kawasan energi terbarukan Khavda ini akan menggunakan lebih dari 700 unit kontainer baterai lithium-ion dengan sistem manajemen energi canggih. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari kompleks energi Adani yang digadang-gadang sebagai salah satu taman energi terbarukan terbesar di dunia.

Selain proyek utama ini, Adani Group juga menargetkan perluasan kapasitas penyimpanan energi hingga 15 gigawatt-jam (GWh) pada Maret 2027 dan mencapai 50 GWh dalam lima tahun ke depan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Adani untuk memperkuat dominasi global di sektor energi bersih.

Upaya tersebut sejalan dengan arah kebijakan energi nasional India. Menurut data BloombergNEF, kapasitas pembangkit listrik India diperkirakan mencapai sekitar 800 gigawatt tahun ini. Pemerintah India menargetkan peningkatan kapasitas energi bersih hingga 500 gigawatt pada akhir dekade ini. 

Dalam kerangka itu, percepatan pembangunan sistem penyimpanan energi seperti yang dilakukan Adani menjadi krusial untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan listrik dari sumber energi matahari dan angin.

Pandangan serupa juga datang dari kalangan analis energi. Seorang analis di Business Standard menilai proyek ini sebagai “lompatan strategis India menuju kedaulatan energi”. Dia menambahkan, sistem penyimpanan besar seperti ini memungkinkan penstabilan jaringan listrik nasional, menekan beban puncak, dan memastikan pasokan daya tetap stabil ketika produksi energi terbarukan berfluktuasi.

Meski demikian, potensi besar tersebut tidak lepas dari tantangan. Biaya investasi tinggi, kebutuhan teknologi baterai mutakhir, serta integrasi dengan sistem transmisi nasional menjadi pekerjaan besar berikutnya bagi Adani Group. Kendati begitu, Adani tetap optimistis bahwa proyek ini akan menjadi pijakan penting bagi kemandirian energi India.

“Pembangunan ini bukan sekadar proyek berskala besar, tetapi sebuah lompatan strategis menuju masa depan energi yang lebih tangguh dan berkelanjutan," ujar Adani.

Dengan penyelesaian yang ditargetkan pada Maret 2026, proyek ini menandai langkah besar India dalam memperkuat peran globalnya dalam revolusi energi bersih dunia. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore