Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Oktober 2025, 21.54 WIB

Israel dan Mesir Siapkan Pembukaan Gerbang Rafah di Perbatasan Gaza, Tapi Bantuan Kemanusiaan Tetap Dibatasi

Gerbang Rafah di perbatasan Gaza Palestina dengan Mesir. (Al-Jazeera) - Image

Gerbang Rafah di perbatasan Gaza Palestina dengan Mesir. (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Persiapan pembukaan kembali Gerbang Rafah di perbatasan Gaza terus dilakukan, dan gerbang belum benar-benar dibuka.

Padahal sebelumnya diberitakan kalau rencana pembukaan gerbang perbatasan Rafah akan dilakukan hari ini, Kamis (16/10) waktu setempat.

Badan militer Israel yang mengelola urusan sipil di wilayah pendudukan, COGAT (Coordinator of Government Activities in the Territories), mengonfirmasi bahwa koordinasi dengan pihak Mesir masih berlangsung. 

Namun, belum ada tanggal pasti kapan gerbang utama itu akan kembali dibuka untuk pergerakan manusia.

“Persiapan sedang dilakukan bersama Mesir untuk membuka Gerbang Rafah, namun tanggal resminya akan diumumkan kemudian,” demikian pernyataan resmi COGAT pada Kamis (16/10).

Langkah ini muncul setelah dua tahun perang yang menimbulkan kehancuran besar di Gaza dan disusul kesepakatan gencatan senjata yang rapuh. 

Namun, ketegangan kembali meningkat setelah Israel menuding Hamas memperlambat pengembalian jenazah sandera yang tewas, sebuah isu sensitif yang dapat memicu runtuhnya kesepakatan damai tersebut.

Meski rencana pembukaan Gerbang Rafah disambut dengan harapan oleh warga Gaza yang terisolasi, COGAT menegaskan bahwa jalur itu tidak akan digunakan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.

“Perlu ditegaskan, bantuan kemanusiaan tidak akan melewati Gerbang Rafah. Tidak ada kesepakatan terkait hal itu pada tahap mana pun,” tegas COGAT dalam pernyataannya kepada Reuters.

Sebagai gantinya, Israel menyebut arus bantuan tetap masuk melalui perlintasan Kerem Shalom, jalur yang dikontrol penuh oleh militer Israel, serta beberapa titik lain di sepanjang perbatasan.

Dua sumber diplomatik sebelumnya menyebutkan kepada Reuters bahwa Gerbang Rafah direncanakan dibuka pada Kamis (17/10) untuk pergerakan warga sipil, termasuk pasien dan tenaga kemanusiaan.

Namun, pernyataan terbaru dari COGAT menandakan adanya perubahan rencana atau negosiasi yang belum tuntas antara Tel Aviv dan Kairo.

Sebagaimana diketahui, pembukaan kembali Gerbang Rafah menjadi simbol penting bagi masa depan Gaza pascaperang. 

Di satu sisi, langkah itu memberi peluang bagi mobilitas manusia dan potensi pemulihan ekonomi. Namun di sisi lain, kebijakan pembatasan bantuan menunjukkan Israel masih memegang kendali ketat atas aliran logistik dan kemanusiaan ke wilayah Palestina.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore