Jensen Huang menyerahkan superkomputer NVIDIA DGX Spark kepada Elon Musk di kompleks Starbase, Texas. (Blog Nvidia)
JawaPos.com — Dalam langkah yang menandai babak baru kolaborasi antara industri semikonduktor dan eksplorasi luar angkasa, CEO NVIDIA Jensen Huang secara pribadi menyerahkan superkomputer mini terbaru, DGX Spark, kepada Elon Musk di markas besar SpaceX, Starbase, Texas. Dilansir dari Blogs Nvidia, momen ini menjadi simbol sinergi antara kekuatan komputasi dan visi futuristik manusia terhadap teknologi antariksa.
Kehadiran Huang di kompleks SpaceX disambut hangat oleh para insinyur dan staf perusahaan. Musk kemudian muncul di kafetaria, menyapa karyawan sebelum menerima langsung perangkat tersebut.
“Bayangkan menyerahkan superkomputer terkecil di dunia di samping roket terbesar di dunia,” ujar Huang sambil tersenyum, menggambarkan ironi menarik antara inovasi mikrokomputasi dan skala besar eksplorasi luar angkasa.
DGX Spark sendiri merupakan AI superkomputer terkecil di dunia, berkapasitas 128 GB unified memory dengan daya komputasi hingga 1 petaflop, cukup untuk menjalankan model AI berparameter 200 miliar secara lokal tanpa koneksi ke pusat data.
Dengan bobot hanya 1,2 kilogram, perangkat ini mengandalkan NVIDIA GB10 Grace Blackwell Superchip, dilengkapi jaringan ConnectX-7 dan teknologi NVLink-C2C yang menawarkan bandwidth lima kali lipat dari PCIe generasi kelima.
Dilansir dari blogs.nvidia, Rabu (15/10/2025), Huang menyebut peluncuran DGX Spark sebagai kelanjutan dari visi jangka panjang NVIDIA. “Dengan DGX Spark, kami mengembalikan semangat awal kami, menempatkan kekuatan komputasi AI langsung di tangan para pengembang di seluruh dunia,” ujarnya.
Perangkat ini hadir lengkap dengan ekosistem perangkat lunak NVIDIA AI, mencakup framework, pustaka, model AI siap pakai, serta layanan mikro NIM. DGX Spark dirancang untuk mendukung berbagai aplikasi seperti pembuatan gambar (FLUX.1), agen visual (Cosmos), hingga pengembangan chatbot (Qwen3), sehingga memungkinkan peneliti dan pengembang bekerja secara mandiri tanpa ketergantungan pada layanan cloud.
NVIDIA juga menggandeng sejumlah produsen besar seperti Dell, HP, Lenovo, ASUS, Acer, dan MSI untuk memperluas distribusi global DGX Spark. Beberapa institusi pertama yang telah menerimanya antara lain Ollama di Palo Alto, NYU Global Frontier Lab, Zipline, dan Arizona State University, yang memanfaatkannya untuk riset robotika dan pengembangan model visi.
Antusiasme terhadap DGX Spark tampak jelas dari kalangan industri. HotHardware menyebut perangkat ini “mudah digunakan bahkan bagi pemula,” sementara ServeTheHome memuji kombinasi performanya, “128 GB unified memory dan chip Blackwell membuat cloud tak lagi diperlukan bagi pengembang AI.” Namun, PC Gamer mencatat bahwa peluncuran ini juga berfungsi sebagai manuver promosi mengingat unit awal yang terbatas.
DGX Spark mulai dijual secara global melalui situs resmi NVIDIA dan mitra internasional dengan harga USD 3.999 atau sekitar Rp66,3 juta (kurs Rp16.590 per dolar AS). Peluncuran ini mempertegas arah baru NVIDIA dalam mendemokratisasi akses komputasi AI.
Serah terima langsung dari Jensen Huang kepada Elon Musk di Starbase bukan sekadar seremonial, melainkan sinyal kuat tentang masa depan industri global, yakni saat kecerdasan buatan, eksplorasi ruang angkasa, dan ambisi manusia bertemu di satu titik menuju era baru teknologi tanpa batas. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
