
Di era digital, hacker bisa beraksi lebih leluasa mencuri data pengguna. (Kaspersky)
JawaPos.com - Sekilas, kota Jamtara tampak tak berbeda dari distrik lain di India timur. Rumah-rumah sederhana berjajar di antara ladang dan hutan. Namun dari sini munculah scam atau penipu yang ulung.
Selama 15 tahun terakhir, distrik ini berubah menjadi simbol kejahatan siber. Para pemuda di sana hanya berbekal ponsel dan mampu menguras uang dari rekening bank seseorang. Jumlahnya bisa mencapai perampokan bank.
Dilansir dari The Guardian, fenomena ini muncul seiring pesatnya digitalisasi di India. Di balik kebanggaan pemerintah akan “India Digital”, sebagian besar warga justru mengaitkannya dengan penipuan Jamtara. Netflix bahkan membuat serial berjudul Jamtara: Sabka Number Ayega, yang berarti semua orang akan mendapat panggilan.
Menurut laporan, sejak 2015 polisi dari berbagai negara bagian rutin melakukan penggerebekan di wilayah ini. Namun, penangkapan menjadi hal biasa. Hukuman yang ringan membuat bisnis penipuan tetap marak.
Salah satu pelaku, sebut saja Jitu, mengaku telah menjalani hidup sebagai penipu ulung sejak remaja. Dia belajar dari para senior bagaimana cara mengidentifikasi calon target penipuan. “Nomor-nomor itu tidak bisa dihubungi sendiri,” ujarnya.
Penipuan berbasis panggilan telepon itu bermula dari trik sederhana: berpura-pura menjadi pegawai bank yang meminta data pribadi korban dengan alasan verifikasi.
“Untuk menyelesaikan proses verifikasi identitas perbankan atau KYC, Anda harus membaca kode enam digit yang dikirimkan ke nomor ponsel Anda,” katanya. Kode itu adalah OTP. Sekali saja korban membacakan kode itu maka dana bisa berpindah tangan.
Sitaram Mandal disebut sebagai pionir kejahatan ini. Dia pernah bekerja di toko isi ulang pulsa di Mumbai dan dari sini dia menemukan cara mencuri daring.
“Anda tidak perlu membobol ponsel atau rekening bank korban. Mereka memberi akses dengan sukarela, Anda hanya perlu berbohong,” ucapnya. Mandal pun mengajarkan “bakatnya” ke anak-anak muda di kampungnya. Dan kini terbangunlah jaringan yang dikenal luas sebagai cyber-chor atau pencuri digital.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
