
Bryce Mitchell, petarung UFC melontarkan sindiran keras ke Donald Trump. (Newsweek).
JawaPos.com - Petarung UFC kelas bulu, Bryce Mitchell, membuat pernyataan mengejutkan di media sosial dengan menyebut Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang pernah ia dukung habis-habisan sebagai sosok yang mungkin adalah 'anti-Kristus' seperti digambarkan dalam kitab Wahyu.
Dalam video berdurasi dua menit yang diunggah ke Instagram beberapa waktu lalu, Mitchell (31) menyatakan bahwa dirinya tidak lagi mendukung Trump, yang kini berusia 79 tahun.
“Aku tidak bersama Donald Trump lagi. Aku pikir dia pemimpin yang korup, dan butuh waktu lama sampai aku sadar. Tapi sekarang aku benar-benar tidak suka orang itu,” kata Mitchell.
Mengutip Newsweek, Mitchell mengaku mulai kehilangan kepercayaan setelah Trump tak menepati janjinya untuk membuka berkas kasus Jeffrey Epstein. Ia juga menyoroti kebijakan luar negeri Trump yang dinilai menempatkan Amerika di posisi terakhir.
“Dia tidak merilis berkas Epstein, bahkan bertindak seolah itu tidak ada. Sekarang dia kirim uang pajak kita ke Israel dan Ukraina, sama seperti para pemimpin bodoh sebelumnya,” lanjut Mitchell.
Namun bagian paling kontroversial datang ketika Mitchell mengaitkan Trump dengan Wahyu 13:3, ayat dalam Alkitab yang menggambarkan sosok 'binatang' yang terluka di kepala lalu sembuh dan disanjung dunia.
“Aku rasa Donald Trump adalah binatang dalam Wahyu 13:3. Bacalah ayat itu. Tidak ada manusia lain yang cocok dengan deskripsi itu,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa 'tanda sang binatang akan datang dalam 42 bulan'.
Meski menegaskan belum pasti, Mitchell menyebut Trump satu-satunya sosok yang 'bisa jadi' seperti digambarkan dalam ayat tersebut.
“Aku tidak bilang aku tahu pasti dia orang itu, tapi sejauh ini, hanya dia yang cocok. Aku sudah selesai dengan semua ini,” tegasnya.
Pernyataan tersebut langsung meledak di dunia maya. Video Mitchell telah ditonton lebih dari hampir sejuta netizen dan mendapat ratusan ribu likes di Instagram, memicu perdebatan sengit antara penggemar dan pengkritik Trump.
Newsweek melaporkan telah menghubungi perwakilan Mitchell dan Trump untuk dimintai tanggapan, namun belum ada respons resmi hingga berita ini diturunkan.
Ucapan Mitchell datang beberapa bulan setelah kekalahannya di UFC 314 melawan petarung Brasil Jean Silva di Miami, pertarungan yang juga dihadiri oleh Trump dan Elon Musk. Mitchell kalah lewat ninja choke di ronde kedua.
Pertandingan itu awalnya disambut teriakan “U-S-A” dari penonton, namun sorak-sorai berubah menjadi sunyi usai kekalahannya.
Sebelumnya, Mitchell juga menuai kritik keras karena pernyataannya yang memuji Adolf Hitler dan menyangkal Holocaust. Ia kemudian meminta maaf setelah mendapat kecaman luas, termasuk dari CEO UFC Dana White, dan menegaskan bahwa dirinya “bukan Nazi.”
“Aku memang salah bicara waktu itu. Aku jelas bukan Nazi,” ujarnya dalam klarifikasi awal tahun ini.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
