Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 November 2025, 23.27 WIB

Zaghrouta: Seruan Kegembiraan yang Menggema di Setiap Perayaan Arab

Ilustrasi seruan khas penuh semangat dalam budaya Arab, biasanya digunakan saat merayakan momen bahagia atau menyambut kabar gembira

JawaPos.com - Zaghrouta, atau ululasi, adalah tradisi vokal bernada tinggi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Arab selama berabad-abad. Suara khas ini biasanya dilakukan oleh perempuan dalam momen-momen penuh sukacita seperti pernikahan, kelahiran, kelulusan, hingga kepulangan dari ibadah haji. Meski terdengar asing bagi sebagian orang, zaghrouta menyimpan makna mendalam tentang kebersamaan, cinta, dan identitas budaya.

Dalam perayaan Arab, suara "lilililililili!" yang menggema bukan sekadar ekspresi spontan. Menurut Arab America, zaghrouta adalah "suara panjang, bergetar, dan bernada tinggi yang melambangkan trills of joy", getaran kegembiraan. Tradisi ini dilakukan dengan teknik khusus menggunakan lidah dan pita suara, menghasilkan suara yang bisa terdengar hingga jarak jauh.

Zaghrouta bukan hanya tentang suara, tapi juga tentang siapa yang melakukannya. Biasanya dilakukan oleh ibu, nenek, bibi, dan perempuan dewasa lainnya, zaghrouta menjadi bentuk dukungan emosional yang kuat. Melansir dari SBS Voices, seorang perempuan Lebanon menceritakan pengalamannya saat melakukan zaghrouta di pernikahan saudaranya, "Ibuku mencubit lenganku sambil tersenyum dan berkata, 'Oh kamu, itu indah sekali'."

Tradisi ini juga menjadi simbol transgenerasional. Dari anak kecil hingga lansia, semua perempuan Arab diajarkan cara melakukan zaghrouta sejak dini. Hal ini memperkuat ikatan keluarga dan komunitas, serta menjaga warisan budaya tetap hidup di tengah modernisasi.
 
Meski identik dengan budaya Arab, zaghrouta juga ditemukan dalam variasi di wilayah Afrika Utara dan Timur Tengah. Di Mesir, suara ini disebut "zalghouta", sementara di Maroko dan Suriah memiliki versi lokal masing-masing. Namun, maknanya tetap sama, yaitu merayakan kebahagiaan bersama orang-orang tercinta.
 
Dalam konteks diaspora, zaghrouta menjadi penanda identitas yang kuat. Banyak perempuan Arab yang tinggal di luar negeri tetap mempertahankan tradisi ini dalam acara keluarga.
 
"Zaghrouta membuatku merasa terhubung dengan akar budaya, meski tinggal jauh dari tanah kelahiran," ujar seorang warga Palestina di Amerika Serikat dalam wawancara dengan Arab America.
 
Namun, tidak semua orang memahami makna di balik suara ini. Di beberapa acara multikultural, zaghrouta kerap disalahartikan sebagai teriakan atau gangguan. Padahal, bagi komunitas Arab, suara ini adalah bentuk cinta dan penghormatan yang mendalam.
 
Penelitian dari Johns Hopkins University juga menegaskan bahwa zaghrouta bukanlah gangguan suara atau kondisi medis. Dalam jurnal International Journal of Health Life Sciences, para peneliti membedakan zaghrouta dari gangguan neurologis, menekankan bahwa ini adalah ekspresi budaya yang sehat dan alami.
 
Zaghrouta juga menjadi bagian dari seni pertunjukan. Dalam beberapa festival budaya Arab, suara ini digunakan sebagai pembuka tarian dabke atau zaffeh, menambah semangat dan energi dalam pertunjukan. Hal ini menunjukkan bahwa zaghrouta bukan hanya tradisi rumah tangga, tapi juga bagian dari ekspresi seni kolektif.
 
Di tengah dunia yang semakin global, zaghrouta tetap bertahan sebagai simbol kegembiraan dan solidaritas perempuan Arab. Tradisi ini bukan hanya tentang suara, tapi tentang warisan, cinta, dan kebersamaan yang tak lekang oleh waktu.
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore