
Ilustrasi Bill Gates dan Elon Musk tegang soal posisi short saham Tesla (Dok. Teslarati)
JawaPos.com - Ketegangan lama antara Elon Musk dan salah satu filantrop serta pendiri Microsoft, Bill Gates, kembali memanas di ruang publik. Musk menyerukan agar Gates segera mengakhiri posisi short besar terhadap Tesla, strategi yang dia nilai sebagai taruhan pada kegagalan narasi kendaraan listrik, bukan semata keputusan investasi biasa.
Isu posisi short ini memicu sorotan luas karena menyentuh dua figur berpengaruh dan narasi masa depan industri kendaraan listrik. Sebagai informasi, istilah short pada saham merujuk pada strategi ketika seorang investor meminjam saham untuk dijual di harga saat ini, dengan harapan dapat membelinya kembali pada harga yang jauh lebih rendah.
Dalam kondisi ekstrem, keuntungan terbesar hanya terjadi jika nilai saham ambruk, bahkan ketika perusahaan menghadapi kebangkrutan. Bagi Musk, langkah ini memiliki dimensi yang melampaui logika keuangan murni.
Melansir Benzinga, Jumat (28/11), percikan konflik terbaru antara Musk dan Gates dimulai pada 15 November 2025, setelah akun pelacak pasar Barchart menyoroti langkah divestasi besar dari yayasan milik Bill & Melinda.
Yayasan itu melepas 65 persen saham Bill & Melinda Gates Foundation di Microsoft dengan nilai total USD 8,8 miliar. Dokumen pengajuan 13F triwulan III kepada SEC mengonfirmasi pengurangan 17.073.499 saham, yang setara 64,91 persen dari posisi Microsoft sebelumnya.
Tafsiran pasar segera berkembang. Akun Tesla Owners Silicon Valley, sebuah profil komunitas pengguna dan pengamat Tesla di platform X, menafsirkan penjualan itu sebagai langkah Gates menutup posisi short-nya.
Musk merespons keesokan paginya dengan pernyataan tajam. "Jika Gates belum sepenuhnya menutup posisi short gila yang dia tahan terhadap Tesla selama sekitar delapan tahun, sebaiknya dia melakukannya secepatnya," kata Musk di X.
Gates sebelumnya mengakui bahwa dia pernah melakukan short di Tesla dalam biografi Elon Musk karya Walter Isaacson. Gates menyebut hubungan personal mereka berubah setelah Musk mengetahui strategi tersebut.
"Begitu dia tahu saya melakukan short, dia sangat kasar kepada saya," ujar Gates kepada Isaacson. "Tetapi dia juga cukup keras kepada banyak orang. Jadi, saya tidak menganggap itu sepenuhnya personal," imbuhnya.
Namun, Musk menolak melihatnya sebagai gesekan biasa. Dalam unggahan lain pada September 2023, Bos Tesla itu menyinggung soal timing saat Tesla berada di momen terlemahnya.
"Saya tidak keberatan orang melakukan short pada Tesla sebagai ekspresi pandangan pasar. Tetapi ketika posisi itu sebesar dan selama itu, konteksnya bukan lagi soal pasar, melainkan narasi bahwa Tesla, dan gagasan kendaraan listrik, bisa bangkrut dan mati," kata Musk, memperluas isu ini sebagai pertarungan pesan publik tentang masa depan teknologi hijau.
Selain dimensi reputasi industri, Musk juga menyoroti dampak sistemik ke pasar. Dia menilai posisi short besar dapat menekan harga saham dan memengaruhi sentimen investor ritel yang tidak memiliki akses modal besar.
"Posisi short skala besar bukan hanya soal jutaan atau ratusan juta dolar. Itu bisa mendorong sentimen negatif dan menggerakkan pasar melawan investor publik kecil yang percaya pada masa depan kendaraan listrik dan energi bersih," tegasnya.
Musk juga menyinggung ironi filantropi iklim Gates. Dia mengaku pernah diajak berdiskusi soal donasi lingkungan di waktu ketika posisi short itu disebutnya masih aktif.
"Kontras antara mengajak saya mendanai isu iklim, sementara posisi short terhadap Tesla masih aktif, menunjukkan persoalan legitimasi narasi, bukan debat filantropi," ujar Musk.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
