Kondisi Gaza saat ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan internasional dalam memulihkan infrastruktur dan kehidupan masyarakat
JawaPos.com - Dalam rencana persyaratan gencatan senjata di Gaza, militer Israel harus pergi dari kota tersebut. Namun, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan bahwa militer tidak bisa sepenuhnya meninggalkan Gaza. Alibinya adalah untuk melindungi wilayah tersebut.
Pernyataan Katz pada Selasa (23/12) itu bertentangan dengan perjanjian gencatan senjata. Padahal salah satu syarat perdamaian yang didukung Amerika ini adalah penarikan sepenuhnya militer Israel. "Kami berada jauh di dalam Gaza dan kami tidak akan pernah meninggalkan seluruh Gaza," katanya seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (24/12).
Katz menyebut militer tidak hanya menjaga kawasan Gaza. Mereka juga berencana membangun pos Nahal atau barigade infanteri Israel.
Pos ini tepatnya akan dibangun di Gaza Utara. Pembangunan pos ini menggantikan wilayah pemukiman yang sudah dibongkar.
"Unit Nahal akan ditempatkan di Gaza hanya untuk alasan keamanan," katanya melakui pernyataan resmi.
Perlu diketahu, unit Nahal ini merupakan gabungan sipil yang mendapatkan wajib militer. Al Jazeera menyebut secara historis unit ini memiliki peran dalam pembentukan komunitas Israel.
Katz juga menanggapi perluasan pemukiman di Tepi Barat. "Pemerintahan Netanyahu adalah pemerintahan yang fokus pada permukiman," katanya.
Tahun depan Israel akan memasuki pemilihan umum. Permukiman ilegal menjadi isu politik yang hangat dalam perebutan kekuasaan.
Berdasarkan hukum internasional, semua permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki adalah ilegal. Pemindahan penduduk sipil dari kekuatan pendudukan ke wilayah yang diduduki dianggap sebagai kejahatan perang berdasarkan Statuta Roma Pengadilan Kriminal Internasional.
Sementara itu, kekerasan oleh pasukan Israel dan para pemukim terus berlanjut di seluruh Tepi Barat. Pembunuhan terus terjadi di Gaza meskipun ada gencatan senjata.
Para pejabat Palestina mengatakan lebih dari 1.100 warga Palestina telah tewas, sekitar 11.000 terluka, dan lebih dari 21.000 ditangkap. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa sejak gencatan senjata dimulai pada 11 Oktober, setidaknya 406 warga Palestina telah tewas dan 1.118 terluka. Sejak dimulainya perang Israel pada 7 Oktober 2023, kata kementerian itu, 70.942 warga Palestina telah tewas dan 171.195 terluka.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
