
Myanmar
JawaPos.com - Militer Myanmar yang berkuasa telah memberikan amnesti kepada 6.186 tahanan, termasuk 52 warga negara asing, dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan Myanmar ke-78 dari kekuasaan Inggris. Menurut laporan media setempat, diantara tahanan yang akan dibebaskan yakni mantan Menteri Informasi yang ditahan karena mengkritik pemerintah militer.
Pemimpin demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, yang digulingkan dan dipenjara pascakudeta militer pada 2021 diyakini tidak termasuk diantara mereka yang mendapat amnesti.
Myanmar saat ini sedang dalam proses pemilihan umum multitahap yang dimulai pada 28 Desember, menjadi pemilu pertama sejak kudeta yang menggulingkan dan memenjarakan Suu Kyi. Namun demikian, partai-partai pro-demokrasi utama, termasuk partai Suu Kyi, dikecualikan.
Komunitas internasional secara luas mengkritik pemilihan tersebut sebagai upaya militer untuk melegitimasi kekuasaan mereka sekaligus memperketat cengkeramannya pada kekuasaan.
Menurut komisi pemilihan umum (KPU) yang ditunjuk militer, Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan yang didukung militer unggul pada tahap awal pemilu yang digelar pekan lalu. Pemilu Myanmar dilakukan dalam tiga fase hingga 25 Januari, dengan hasil akhir diperkirakan akan diumumkan pada akhir bulan ini.
Sumber: Kyodo-OANA
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
