Presiden Amerika Serikat (AS) bersalaman dengan Presiden RI Prabowo Subianto dalam penandatanganan piagam perdamaian Board of Peace Charter oleh para pemimpin negara di Davos, Swiss, Kamis (22/1).
JawaPos.com - Tahta Suci Vatikan memastikan tidak akan bergabung dalam Board of Peace, badan baru yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengoordinasikan pemulihan Gaza pascaperang Israel-Hamas.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, yang menilai struktur dan mandat lembaga tersebut tidak sejalan dengan posisi khas Vatikan dalam diplomasi internasional.
Dalam keterangannya yang dikutip media resmi Vatikan, Parolin menegaskan kalau Tahta Suci tidak akan berpartisipasi karena sifatnya yang jelas berbeda dari negara-negara lain. Ia mengisyaratkan adanya sejumlah aspek krusial yang masih menimbulkan tanda tanya.
“Yang terpenting adalah ada upaya untuk memberikan respons. Namun bagi kami, ada sejumlah poin kritis yang perlu mendapat penjelasan,” ujarnya.
Salah satu sorotan utama adalah mekanisme tata kelola krisis internasional. Menurut Parolin, situasi seperti ini seharusnya berada di bawah koordinasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bukan forum baru di luar sistem multilateral yang sudah ada.
Untuk diketahui, Board of Peace dibentuk pada Januari dan diklaim beranggotakan hampir 20 negara. Badan ini dirancang untuk mengelola dan mengawasi upaya rekonstruksi di Jalur Gaza setelah konflik bersenjata antara Israel dan Hamas yang menghancurkan infrastruktur sipil dan memicu krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Penandatanganan piagam awal dilakukan di Davos, Swiss, dengan partisipasi 17 pemimpin dan pejabat tinggi dari Amerika Latin, Eropa, Timur Tengah, serta Asia Tengah dan Asia Tenggara. Gedung Putih juga mengundang sejumlah negara lain, termasuk Rusia, Belarus, Prancis, Jerman, Vietnam, Finlandia, Ukraina, Irlandia, Yunani, dan Tiongkok.
Israel secara resmi bergabung pekan lalu, menjelang pertemuan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan Trump di Gedung Putih. Sementara itu, Polandia dan Italia menyatakan tidak akan ikut serta.
Trump menyebut para anggota telah menjanjikan lebih dari 5 miliar dolar AS untuk bantuan Gaza. Komitmen dana tersebut dijadwalkan ditegaskan dalam pertemuan di Washington, D.C.
Sikap Hati-hati Tahta Suci
Penolakan Vatikan mencerminkan pendekatan hati-hati dalam diplomasi global, terutama terkait konflik Timur Tengah. Meski tidak bergabung, Vatikan tetap menekankan pentingnya solusi damai dan pemulihan kemanusiaan bagi warga sipil Gaza.
Sikap ini juga menunjukkan konsistensi Tahta Suci dalam mendukung kerangka multilateral yang dipimpin PBB sebagai forum utama penyelesaian krisis internasional.
Bagi Vatikan, legitimasi dan inklusivitas mekanisme global menjadi faktor penting dalam memastikan rekonstruksi tidak sekadar soal pendanaan, tetapi juga keadilan dan stabilitas jangka panjang.
Di tengah dinamika politik global dan rivalitas geopolitik, keputusan Vatikan menambah daftar negara yang memilih berada di luar inisiatif tersebut, sekaligus memunculkan pertanyaan tentang efektivitas dan legitimasi Board of Peace dalam mengelola masa depan Gaza.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
