Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Desember 2025, 15.39 WIB

Asal Usul Penamaan Bulan Rajab dan Keistimewaannya

elafazkan niat puasa Senin-Kamis dan doa berbukanya membantu agar kita dapat lebih tulus dalam menjalankan dan berbuka penuh syukur (Freepik/Freepik) - Image

elafazkan niat puasa Senin-Kamis dan doa berbukanya membantu agar kita dapat lebih tulus dalam menjalankan dan berbuka penuh syukur (Freepik/Freepik)

JawaPos.com - Berdasarkan kalender Hijriah yang dikeluarkan Kementerian Agama Republik Indonesia, tanggal 1 Rajab 1447 Hijriah jatuh pada hari Minggu, 21 Desember 2025. Dengan demikian, umat Islam saat ini sudah memasuki bulan Rajab, salah satu bulan mulia yang diagungkan dalam Islam.

Bulan Rajab termasuk bulan yang istimewa menurut Islam bersama tiga bulan lainnya yaitu Muharram, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah.

Pada empat bulan ini, diharamkan melakukan peperangan dan melakukan perbuatan dosa. Sebaliknya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan kebaikan.

Menariknya, setiap amalan kebaikan yang dikerjakan pada bulan Rajab akan dilipatgandakan pahalanya.

Salah satu yang menarik ditelaah lebih lanjut adalah penamaan bulan Rajab. Menurut hadist berdasarkan riwayat dari sahabat Anas bin Malik, dinamakan bulan Rajab karena banyaknya kebaikan yang tersimpan di dalamnya.

Nabi Muhammad sempat menjelaskan asal-usul penamaan bulan Rajab lewat hadist berikut ini. Sahabat Anas berkata:

قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ لِمَ سُمِيَ رَجَبَ؟ قاَلَ: لِأَنَّهُ يَتَرَجَّبُ فِيْهِ خَيْرٌ كَثِيْرٌ لِشَعْبَانَ وَرَمَضَانَ

Artinya: Dikatakan kepada Nabi Muhammad: Wahai utusan Allah! Kenapa disebut sebagai bulan Rajab? Lalu Nabi Muhammad menjawab: Karena pada bulan tersebut terdapat banyak kebaikan yang diagungkan untuk bulan Syaban dan Ramadan. (HR. Imam Bukhari).

Dikutip dari NU Online, terdapat keutamaan di bulan Rajab. Pertama, orang yang berpuasa di bulan Rajab akan mendapatkan pahala yang besar. Salah satu pahalanya yang dijanjikan Allah adalah mendapatkan kenikmatan berupa aliran air sungai di surga, sebagaimana hadist:

إِنَّ فِي الجَنَّةِ نَهْرًا يُقَالُ لَهُ رَجَبَ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبَ يَوْمًا وَاحِدًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ ذَلِكَ النَّهْرِ

Artinya: Sesungguhnya ada satu sungai di surga bernama Rajab. Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, maka Allah akan memberikan aliran dari sungai tersebut. (HR. Imam Baihaqi).

Kedua, saking banyaknya kebaikan pada bulan Rajab, Nabi Muhammad melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh pada bulan ini. Rasulullah tidak pernah melakukan puasa penuh pada bulan-bulan lain selain bulan Rajab dan bulan Ramadhan.

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ لَمْ يَتِمْ صَوْمَ شَهْرٍ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ إِلَّا رَجَبُ وَشَعْبَانُ


Artinya: Sesungguhnya Nabi Muhammad tidak menyempurnakan puasa satu bulan setelah Ramadan kecuali Rajab dan Syaban. (HR. Imam Tabrani)

Ketiga, Allah akan memberikan keutamaan dan keistimewaan bagi orang-orang yang menghidupkan malam-malam pada bulan Rajab.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore