
Ilustrasi sholat tarawih. (Photo by Mohammed Alim/Pexels)
JawaPos.com - Isra Miraj merupakan peristiwa sangat luar biasa dialami Rasullullah pada tahun ke-10 kenabian.
Isra Miraj Allah diberikan Allah untuk menghibur Nabi Muhammad karena pada saat itu, Nabi dilanda kesedihan mendalam kehilangan dua sosok yang sangat dekat sekaligus merupakan pelindungnya. Mereka adalah istrinya, Khadijah dan pamannya, Abu Thalib.
Tak hanya untuk memberikan penghiburan kepada Rasulullah, peristiwa Isra Miraj yang memperjalankan Nabi Muhammad dari bumi hingga langit ke tujuh dan Sidratul Muntaha, juga berkesempatan melakukan komunikasi langsug dengan Allah.
Dalam peristiwa super spesial itu, Allah juga menurunkan perintah kewajiban untuk melaksanakan ibadah sholat kepada Nabi Muhammad dan umatnya.
Awalnya, perintah ibadah sholat jumlahnya 50 kali dalam sehari semalam. Namun saat itu ketika melewati langit keenam, Nabi Muhammad ditegur oleh Nabi Musa dan ditanya, apa yang dikatakan Allah kepada Rasulullah.
Nabi Muhammad menjawab ada perintah melaksanakan sholat 50 kali dalam sehari semalam. Mendengar jawaban itu, Nabi Musa meminta Nabi untuk kembali kepada Allah memohon keringanan. Pasalnya, 50 kali dipastikan tidak akan sanggup dijalani oleh umat Muhammad.
Rasulullah mengikuti saran Nabi Musa dan kembali menemui Allah untuk meminta keringanan. Atas permintaan tersebut, Allah mengurangi 5 waktu. Kewajiban menjalankan ibadah sholat tinggal 45 kali.
Rasulullah kemudian turun dan kembali bertemu dengan Nabi Musa sembari memberi tahu adanya pengurangan 5 waktu. Mendengar hal itu, Nabi Musa menyarankan untuk memohon pengurangan lagi kepada Allah karena yakin umat Muhammad tidak akan mampu menjalankannya.
Atas permohonan Nabi Muhammad, Allah mengurangi 5 waktu lagi. Kewajiban melaksanakan ibadah sholat tinggal 40 kali dalam sehari semalam.
Saat turun dan kembali bertemu Nabi Musa, dia kembali menyarankan Nabi Muhammad untuk kembali menemui Allah untuk meminta keringanan. Karena itu masih sangat memberatkan dan diyakini umat Muhammad tidak akan mampu melaksanakannya.
Singkat cerita, Rasulullah sampai berkali-kali bolak balik menemui Allah untuk memohon keringanan demi kecintaan pada umatnya. Setiap kali kembali, Allah menurunkan 5 waktu. Sampai akhirnya tersisa 5 waktu sholat.
Menurut Nabi Musa, kewajiban sholat 5 waktu sebenarnya masih memberatkan dan sempat disarankan untuk kembali lagi memohon keringanan kepada Allah. Akan tetapi, Nabi Muhammad tidak bersedia melakukannya karena malu sudah berkali-kali memohon keringanan.
Dilansir dari NU Online, Syekh Sulaiman Al-Bujairimi mengatakan, Allah sejak zaman azali sebenarnya sudah tahu kewajiban menjalankan ibada sholat kepada umat Muhammad hanya berjumlah 5 kali dalam sehari semalam.
Hanaya saja, penawaran 50 kali yang kemudian membuat Rasulullah harus melakukan negosiasi, menyimpan hikmah yang luar biasa. Yaitu untuk menunjukkan kebesaran dan kemuliaan Nabi Muhammad di sisi Allah SWT.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
