
Ilustrasi ramadhan. (Freepik)
JawaPos.com - Bulan suci Ramadhan semakin dekat akan tiba kurang lebih 26 hari lagi. Bulan penuh berkah dan ampunan itu diperkirakan jatuh pada 18-19 Februari 2026.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri. Bukan hanya secara fisik, tapi juga melakukan mental dan spiritual.
Persiapan ini penting agar ibadah puasa selama bulan Ramadhan nanti dapat dijalani secara maksimal, khusyuk, dan penuh makna.
Membiasakan diri dengan sejumlah kebiasaan baik sebelum Ramadhan adalah langkah penting untuk menyambut bulan suci dengan kesiapan lebih maksimal. Dengan persiapan yang matang, bulan Ramadhan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tapi jadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
Berikut 10 kebiasaan baik yang disarankan sebagai bekal untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan.
Persiapan utama sebelum Ramadhan adalah memperbaiki niat. Niat yang ikhlas karena Allah SWT akan menentukan kualitas ibadah selama Ramadhan nanti.
Niatkan semua amalan kebaikan yang kita kerjakan seperti sholat, zakat, sedekah,dll bukan demi mendapatkan pujian atau kedudukan di hadapan manusia, melainkan diniatkan semata mengharapkan ridha Allah.
Selain itu, penting juga bertobat dan memperbanyak mengucapkan istighfar untuk tujuan minta ampun kepada Allah sekaligus membersihkan diri dari dosa-dosa yang pernah kerap dikerjakan pada masa lalu.
Puasa sunnah seperti puasa Senin-Kamis, puasa di bulan Sya’ban, puasa qadha, dan sejenisnya, sangat dianjurkan menjelang Ramadhan. Kebiasaan ini membantu tubuh beradaptasi dengan pola puasa Ramadhan sekaligus melatih kesabaran dan pengendalian diri.
Sebelum Ramadhan, sebaiknya mulai mengatur pola makan dan tidur. Kurangi konsumsi makanan berlebihan, gorengan, dan minuman manis. Tidur cukup juga penting agar tubuh tetap bugar saat menjalankan ibadah puasa.
Ramadhan dikenal sebagai bulan Alquran. Oleh karena itu, membiasakan membaca Alquran sebelum Ramadhan akan membuat kita lebih siap untuk meningkatkan target tilawah selama bulan puasa.
Melatih diri untuk menjaga ucapan dari ghibah, fitnah, dan perkataan sia-sia adalah kebiasaan baik yang sangat dianjurkan. Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menjaga akhlak.
Bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadhan sebelumnya, diwajibkan untuk segera mengganti puasa yang ditinggalkan (qadha) sebelum Ramadhan berikutnya tiba. Hal ini penting agar ibadah puasa Ramadhan dapat dijalani dengan tenang dan tanpa beban.
Sebelum Ramadhan riba, biasakan sholat tepat waktu dan memperbaiki kekhusyukan. Bukan hanya mengerjakan sholat 5 waktu, tapi menambah dengan sholat sunnah seperti rawatib, tahajud, dan dhuha, sebagai bagian dari latihan spiritual yang baik.
Sedekah tidak hanya berupa harta, tapi juga tenaga dan senyuman. Membiasakan bersedekah sebelum Ramadhan akan menumbuhkan empati sosial dan mempersiapkan hati untuk lebih dermawan di bulan suci.
