Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Februari 2026, 14.55 WIB

Bolehkah Makan di waktu Imsak? Ketahui Batas Waktu Makan Sahur yang Benar agar Puasa Lancar

Ilustrasi orang menikmati makan sahur dengan memperhatikan waktu imsak dan subuh. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang menikmati makan sahur dengan memperhatikan waktu imsak dan subuh. (Freepik)

JawaPos.com - Menjelang bulan Ramadhan, momen makan sahur selalu menjadi topik yang hangat diperbincangkan.

Salah satu pertanyaan yang kerap muncul hampir setiap tahun adalah apakah masih boleh menyelesaikan makan sahur saat imsak?

Apalagi di kalender imsakiyah, waktu imsak biasanya tercantum 5 - 10 menit sebelum azan Subuh, dan banyak orang yang mengakhiri makan sahur di waktu tersebut.

Bagi sebagian orang, waktu ini terasa membingungkan dan menimbulkan kekhawatiran akan sah atau tidaknya puasa. Padahal, jika dipahami dengan baik, jawabannya cukup jelas dan menenangkan. berikut penjelasannya:

Apa itu Imsak?

Secara bahasa, imsak berarti “menahan diri”. Dalam praktiknya, imsak bukanlah penanda dimulainya puasa, melainkan pengingat agar kita bersiap-siap mengakhiri sahur.

Dalam syariat Islam, batas akhir makan dan minum adalah ketika fajar atau waktu Subuh benar-benar masuk.

Artinya, selama belum masuk waktu Subuh, seseorang masih diperbolehkan untuk makan dan minum, termasuk di waktu imsak.

Perkara imsak juga ditegaskan oleh banyak ulama dan lembaga keagamaan Islam di Indonesia.

Majelis Ulama Indonesia (MUI), misalnya, menjelaskan bahwa imsak hanyalah bentuk kehati-hatian agar umat Islam tidak kebablasan hingga masuk waktu Subuh. Puasa tidak dimulai saat imsak, melainkan saat fajar terbit.

Dalil Alquran yang Menentukan Batas Akhir Sahur  

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 187: 

 وَكُلُوا وَٱشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ 

“Dan makan serta minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar… ”  
 
Ayat ini menjelaskan bahwa batas makan sahur adalah saat terbitnya fajar (Subuh), bukan waktu imsak yang biasanya ditetapkan berdasarkan kalender atau kebiasaan.   

Hadits Tentang Sahur dan Waktu Subuh

Rasulullah SAW juga pernah bersabda tentang sahur saat bersama para sahabat. Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit bahwa beliau berkata:

“Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah SAW, lalu beliau menunaikan salat. Jarak antara sahur dan azan Subuh kira-kira sepanjang bacaan 50 ayat Al-Qur’an. (HR. Bukhari dan Muslim) 

Hadis ini menunjukkan bahwa sahur Rasulullah SAW berlanjut hingga menjelang waktu Subuh, dan Rasulullah memberi jeda antara akhir makan dengan waktu subuh setara bacaan 50 ayat Alquran.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore