Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Oktober 2025, 01.10 WIB

Pak Gubernur KDM, ATTB Sebut Calon Investor Jalan Tambang Sudah Ada, Kalau Serius Mau Bikin Jalur

Kemacetan Parung Panjang yang di sebabkan truk tambang di kawasan Jalan Moh Toha, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/8/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Kemacetan Parung Panjang yang di sebabkan truk tambang di kawasan Jalan Moh Toha, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/8/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Ahmad Gozali, Sekretaris Jende­ral Asosiasi Transporter Ta­ngerang-Bogor (ATTB) mendesak sekaligus menantang Pemprov Jawa Barat untuk serius membangun jalan khusus tambang di wilayah Parung Panjang Bogor dan sekitarnya.

Jalur khusus tambang itu diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang. Supaya tidak terjadi lagi ketegangan antara truk tambang dengan masyarakat di wilayah Parung Panjang dan sekitarnya.

ATTB mengatakan, apabila Pemprov Jawa Barat keberatan terkait pendanaan untuk pembangunan jalan khusus tambang yang menelan angka cukup besar, Gubernur Dedi Mulyadi dan jajarannya tidak perlu pusing memikirkan anggaran. 

Pasalnya, sudah ada investor yang siap untuk membiayai pembangunan jalan khusus tambang. Asalkan regulasinya dibantu atau difasilitasi pemerintah Provinsi Jabar.

"Kalau pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak sanggup membiayai jalan khusus tambang, sudah ada investor yang siap bangun," kata Ahmad Gozali dalam kunjungannya ke kantor JawaPos.com, Senin (6/10).

Saat diberi penegasan soal pengakuannya sudah ada investor yang siap untuk membiayai jalan, Gozali mengaku pernyataannya ini dapat dipertanggung jawabkan. 

Bahkan, pihak investor sudah melakukan kalkulasi estimasi dana yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan khusus tambang, dan siap dibangun selama ada political will dari Pemprov Jawa Barat.

"Sebenarnya investor sudah siap bangun sejak beberapa tahun lalu, cuma ada tarik menarik kepentingan akhirnya tidak jadi," kata Gozali.

Kesiapan untuk jalur khusus tambang bukan hanya dari sisi investor. ATTB mengaku pihaknya mewakili pengusaha transportasi pertambangan juga siap untuk membayar setiap kali melintasi jalan khusus tambang.

"Pengusaha siap bayar Rp 100 ribu (setiap kali melintas)," tegas Ahmad Gozali.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore