Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Oktober 2025, 00.15 WIB

Kantong Parkir Tambang Parung Panjang Sudah Dibangun dan Habiskan Ratusan Juta, Kenapa Tidak Dipakai?

Ratusan massa melakukan aksi damai demontrasi terkait polemik truk tambang di Cigudeg, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/9/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Ratusan massa melakukan aksi damai demontrasi terkait polemik truk tambang di Cigudeg, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/9/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kantong parkir di Ciomas untuk truk-truk tambang yang melintas di wilayah Parung Panjang dan sekitarnya sejatinya sudah ada. Sayangnya, kantong parkir yang bisa menampung kurang lebih 300-400 truk tambang tersebut tidak diisi atau dibiarkan saja menganggur.

Para sopir truk tambang lebih memilih memarkirkan kendaraan mereka di jalan utama Parung Panjang. Dampaknya sangat besar mengakibatkan kemacetan hingga merusak jalan raya.

Kantong parkir di Ciomas yang biaya pengerjaannya saja menelan angka mencapai ratusan juta rupiah dan dikerjakan selama kurang lebih 3 bulan itu dibiarkan menganggur terbengkalai jadi sia-sia. Asosiasi Transporter Ta­ngerang-Bogor (ATTB) mengakui para sopir truk tambang yang melintas di Parung Panjang memang tidak menggunakan kantong parkir di Ciomas dengan alasan fasilitas di dalamnya belum tersedia.

"Tempat istirahat sopir belum ada, tempat ibadah belum ada, toilet belum ada. Mereka (para sopir) mau istirahat di tempat yang nyaman," ujar Ahmad Gozali selaku Sekretaris Jende­ral Asosiasi Transporter Ta­ngerang-Bogor (ATTB) kepada JawaPos.com, Rabu (8/10).

Menurut dia, jika fasilitas seperti toilet, tempat ibadah, warung makan, hingga tempat beristirahat ada, maka para sopir truk tambang dipastikan akan memanfaatkan kantong parkir yang telah disediakan, dibangun di atas lahan milik Perhutani. Selain itu, terkena hujan, pemadatan tanah di kantong parkir Ciomas juga masih diragukan. Truk-truk tambang khawatir jika mereka memarkirkan kendaraan di sana tiba-tiba tanahnya ambles.

"Sementara di sana belum tersedia alat berat untuk mengangkat seandainya ambles," ungkapnya lebih lanjut.

Menurut Gozali, kantong parkir yang telah dibangun itu sejatinya sudah sangat positif untuk mengatur kendaraan truk tambang supaya tidak parkir sembarangan dan merusak jalan utama Parung Panjang. Hanya saja, harus dilakukan pembenahan atau perbaikan terlebih dahulu supaya membuat nyaman orang-orang yang memarkirkan kendaraan di sana.

"Kita pengennya kantong parkir itu mirip dengan rest area lah. Kalau sudah seperti itu, pasti banyak sopir parkir disitu," tuturnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore