Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 November 2025, 04.58 WIB

Warga Parung Panjang Pelempar Batu ke Truk Tambang Akhirnya Ditangkap

Sejumlah pemilik warung saat berada di warungnya yang tutup imbas Penutupan Sementara Tambang Parung Panjang di Kawasan kantong parkir truk, Sudamanik, Gorowong, Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/10/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.co - Image

Sejumlah pemilik warung saat berada di warungnya yang tutup imbas Penutupan Sementara Tambang Parung Panjang di Kawasan kantong parkir truk, Sudamanik, Gorowong, Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/10/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.co

JawaPos.com - Warga Parung Panjang berinisial DK diamankan setelah melakukan aksi pelemparan batu ke arah truk tronton yang melintas di jalan utama Parung Panjang, tadi malam, Selasa (4/11) sekitar pukul 23.15 WIB.

DK diamankan petugas kepolisian dari Polsek Parung Panjang pada Rabu (5/11) dini hari setelah nyaris diamuk oleh sejumlah sopir truk tambang yang sempat mengejar pelaku usai melakukan aksi pelemparan batu.

DK diamankan di rumahnya di Perumnas 1 Parung Panjang. Tak mau main hakim sendiri, akhirnya warga sekitar memanggil pihak kepolisian supaya DK diamankan.

"Telah terjadi pelemparan batu ke satu unit truk jenis tronton dari arah Cigudeg menuju Tangerang dalam keadaan kosong," kata AKBP Suharto selaku Kapolsek Parung Panjang, dikutip dari Radar Bogor, Rabu (5/11).

AKBP Suharto menyebut, DK nekat melakukan aksi pelemparan batu terhadap truk tambang lantaran marah ke truk yang mengakibatkan kemacetan di Parung Panjang. Selain itu, DK sempat mengalami pengalaman buruk nyaris dilindas oleh truk tambang.

"Dia jengkel pernah tersenggol kendaraan. Maka setiap ada kesempatan pulang, dia melempar dengan menggunakan batu," ungkapnya.

Aksi pelemparan batu terhadap truk tambang sejatinya bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, beberapa kali kasus serupa terjadi dan membuat jengkel pengusaha transportasi tambang.

Pengusaha transportasi tambang bahkan sampai mengadakan sayembara dengan hadiah Rp 5 juta untuk siapapun yang berhasil menangkap pelaku pelemparan batu terhadap truk tambang.

"Pemilik truk bikin sayembara hadiahnya Rp 5 juta bagi bisa menangkap pelaku pelempar truk dengan batu," kata Apipah, salah satu warga Cigudeg yang merupakan keluarga sopir tambang, kepada JawaPos.com.

Apipah mengatakan, anaknya yang menjadi sopir truk tambang di Cilegon sampai ketakutan saat harus melintas di jalan raya Parung Panjang. Pasalnya, kejadian pelemparan batu beberapa kali terjadi sebelumnya.

"Padahal truk itu kosong nggak ada isinya. Anak saya kan kerja di Cilegon setelah di sini ditutup. Untuk pulang ke rumah, dia takut. Kalau truk ditaruh di Tangerang, terus ke sininya mau naik apa? Kan tengah malam," katanya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore