Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Oktober 2025, 13.39 WIB

Gubernur Pramono Anung Tegas Tolak Kehadiran Atlet Israel di Jakarta: Saya Tidak Mengizinkan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) bertemu dengan Gubernur DKI Pramono Anung (kiri) di Balaikota, Jakarta, Selasa (07/10/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) bertemu dengan Gubernur DKI Pramono Anung (kiri) di Balaikota, Jakarta, Selasa (07/10/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan sikapnya terkait rencana kehadiran atlet senam asal Israel yang disebut-sebut akan berlaga di Ibu Kota.

Federasi Senam Israel menyatakan telah mendaftar dalam ajang bertajuk 53rd Artistic Gymnastics World Championships Jakarta 2025. 

Pramono menegaskan bahwa dalam situasi global saat ini, kehadiran atlet Israel di Jakarta tidak pantas dan berpotensi memicu reaksi publik.

"Yang pertama tentang atlet Israel kalau ke Jakarta, tentunya sebagai Gubernur Jakarta dalam kondisi seperti ini pasti saya tidak mengizinkan," ujar Pramono di Balai Kota, Rabu (8/10).

Politikus PDIP itu mengingatkan agar pihak-pihak yang berencana mengundang kontingen Israel mempertimbangkan kembali langkahnya.

"Dan yang paling prinsip saya juga berharap pemerintah dalam hal ini, ataupun organisasi yang ingin mengundang harus berpikir seribu kali," ujarnya.

Lebih jauh, Pramono menilai pemerintah pusat sebaiknya tidak mengeluarkan visa untuk atlet tersebut agar tidak menimbulkan polemik. Kehadiran atlet Israel hanya akan menyulut amarah publik.  

"Dan kalau saya, yang paling penting visanya gak usah dikeluarin aja, supaya gak ke Jakarta. Karena gak ada manfaatnya dalam kondisi seperti ini ada atlet, apalagi atlet gimnastik ya. Itu bertanding di Jakarta dan pasti akan menyulut membangkitkan kemarahan publik dalam kondisi yang seperti ini," katanya.

Pramono menilai, memori masyarakat Indonesia terhadap tragedi kemanusiaan di Gaza masih sangat kuat. Karena itu, ia menilai langkah menghadirkan atlet Israel di Jakarta sangat tidak bijak.

"Karena apapun yang terjadi di Gaza masih memorinya itu melekat di kita semua," ucapnya.

Ia juga menyinggung sikap tegas Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai cerminan posisi Indonesia.

"Apalagi pidato Bapak Presiden Prabowo Subianto di PBB sudah klir, jelas. Jadi tidak perlu diterjemahkan lagi," tutur Pramono.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore