Dedi Mulyadi bertanya ke salah satu warga asal Jayabaya, Parung Panjang, terkait pertanggung jawaban perusahaan tambang usai dirinya mengalami cacat permanen akibat kecelakaan. (Youtube)
JawaPos.com-Perjuangan yang dilakukan tokoh masyarakat hingga warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor, sejatinya sudah berlangsung sangat lama, untuk sekadar memperjuangkan hak untuk mendapatkan lingkungan lebih nyaman, terbebas dari debu, kemacetan, dan kecelakaan akibat truk-truk pertambangan yang kerap melintas.
Mereka sudah lama mengeluhkan truk tambang yang mengakibatkan kerusakan parah pada jalanan Parung Panjang. Salah satu momen fenomenal terjadi pada 2009 silam, ketika salah satu warga memprotes keras jalan penuh lumpur, rusak, menyerupai kubangan kerbau.
Berbagai upaya telah dilakukan warga Parung Panjang dan sekitarnya selama bertahun-tahun untuk menuntut terciptanya lingkungan yang lebih baik.
Mulai dari menggelar aksi demonstrasi di jalan utama Parung Panjang, demo di depan kantor Kecamatan Parung Panjang, melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Bogor, DPRD Provinsi Jawa Barat, hingga dengan anggota DPR RI.
Ketua Gerakan Masyarakat Parung Panjang untuk Perubahan (Gampar) Saeful Anwar bercerita, semua perjuangan itu terus dilakukan dari tahun ke tahun namun tidak ada solusi nyata yang diberikan pemerintah untuk warga Parung Panjang.
"Hampir segala upaya sudah kita lakukan, mulai dari audiensi dengan DPRD Kabupaten, Provinsi, sampai Pusat. Bertemu dengan pihak pemerintah daerah tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, belum lagi demo-demo jalanan,"ungkapnya.
Upaya yang dilakukan warga Parung Panjang untuk memastikan lingkungan lebih baik juga dilakukan dengan memutarbalikkan truk tronton yang melanggar jam operasional. Untuk tindakan yang terakhir ini, kerap kali melahirkan konflik horizontal antara warga dengan sopir truk tambang.
Saeful Anwar menegaskan bahwa warga Parung Panjang akan terus berjuang untuk memastikan jalan di Parung Panjang aman dan nyaman, tidak lagi dipenuhi oleh truk-truk pertambangan. Semangat warga akan terus menyala untuk sekadar menagih hak yang seharusnya mereka dapatkan.
"Semua kami lakukan semata agar Bogor Barat bisa merdeka. Merdeka dari rasa takut akan kecelakaan, merdeka dari rasa was was, merdeka dari debu, merdeka dari ISPA, merdeka dari kemacetan yang diakibatkan oleh angkutan tambang," ungkapnya.
Dia bersyukur perjuangan di tahun 2025 ini mulai sedikit membuahkan hasil, mengingat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM memberikan atensi yang serius pada wilayah Parung Panjang dan sekitarnya.
Hal itu dibuktikan dengan kebijakan KDM menghentikan aktivitas pertambangan sementara setelah Parung Panjang sempat memanas beberapa waktu lalu.
"Terima kasih kepada banyak pihak yang sudah banyak membantu selama ini, termasuk media baik cetak maupun online dan juga tidak lupa seluruh netizen yang sudah membantu memviralkan segala kesemrawutan di Parung Panjang yang diakibatkan keganasan tronton. Semoga perjuangan kita bisa indah pada saatnya," ungkapnya. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
