Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Oktober 2025, 18.39 WIB

Tidak Masalah Dibenci Karena Penutupan Tambang Parung Panjang, KDM: Boleh Ngambek Terus, Saya Engga Ada Masalah

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyapa warga pada acara Abdi Nagri Ngangjang Ka Warga Edisi 15 di Lapangan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyapa warga pada acara Abdi Nagri Ngangjang Ka Warga Edisi 15 di Lapangan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku tidak masalah jika warga Jabar marah atau ngambek kepada dirinya. Hal ini terkait penutupan tambang yang dilakukan Dedi Mulyadi di wilayah Cigudeg, Parung Panjang, dan wilayah Kabupaten Bogor sekitarnya.

"Boleh ngambek terus, saya engga apa-apa, dibenci, saya engga ada masalah," ucapnya dikutip Radar Bogor (Jawa Pos Group), Minggu (12/10).

Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyebutkan, hal terpenting bagi dirinya adalah masyarakat. "Yang penting saya berguna bagi kepentingan orang banyak," pungkasnya.

Dalam unggahan terbaru di akun instagram milik pribadi, Dedi Mulyadi menyampaikan jurus mengatasi warga terdampak di Parung Panjang Bogor.

Ia menjabarkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapakn sejumlah skema agar karyawan tambang yang tutup bisa memiliki penghasilan.

Walaupun, Gubernur Jawa Barat menjabarkan, seharusnya perusahaan tambang juga memiliki tanggung jawab yang sama.

"Saya akan fokus pada, ini ada warga saya yang terdampak pada penutupan tambang," ujarnya.

Dedi Mulyadi menjelaskan, salah satu skema yang akan dilakukan adalah memberikan bantuan selama penutupan perusahaan tambang berlangsung.

Ia menuturkan, Pemprov akan memberikan bantuan senilai Rp 2 sampai Rp3 juta per kepala keluarga atau karyawan terdampak.

Selain itu, Gubernur Jawa Barat juga akan menyiapkan skema dengan menyediakan lapangan pekerjaan bagi para pekerja tambang. "Menjadi kuli belah batu, operator beko," lanjutnya.

Tak hanya itu, warga terdampak penutupan tambang di Parung Panjang Bogor juga akan dilatih untuk menjadi pemadam kebakaran.

Dedi Mulyadi mengatakan, Provinsi Jawa Barat membutuhkan tenaga pemadam kebakaran yang akan disebar di sejumlah wilayah.

"Minggu ini, kami akan segera bergerak untuk melakukan realisasi yang menjadi kebutuhan," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore