Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Oktober 2025, 20.34 WIB

Jembatan Cincin Donat di Dukuh Atas Jakarta Pusat Segera Dibangun, Pramono Anung Targetkan Selesai 2026

Ilustrasi skybridge penghubung Stasiun MRT Asean-Halte Transjakarta CSW, Jaksel. Gubernur Pramono Anung targetkan Jembatan Cincin Donat Dukuh Atas selesai 2026. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww/aa) - Image

Ilustrasi skybridge penghubung Stasiun MRT Asean-Halte Transjakarta CSW, Jaksel. Gubernur Pramono Anung targetkan Jembatan Cincin Donat Dukuh Atas selesai 2026. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww/aa)

JawaPos.com – Rencana pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) berbentuk melingkar atau Jembatan Cincin Donat di kawasan Dukuh Atas Jakarta Pusat segera direalisasikan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyambut positif rencana tersebut, dan menargetkan pembangunannya bisa selesai pada tahun 2026.

Menurut Pramono, proyek ini bagian dari penataan kawasan transit terpadu (TOD) yang menghubungkan moda transportasi publik di pusat kegiatan warga ibu kota.

“Hari ini kami akan rapat hal tersebut secara khusus. Karena saya meminta kalau bisa dimulai segera supaya tahun 2026 itu sudah bisa diselesaikan,” ujar Pramono di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (13/10) sebagaimana dilansir dari Antara.

Pramono menargetkan jembatan tersebut akan menghubungkan area MRT, LRT, TransJakarta, dan KRL di Dukuh Atas. Agar mobilitas pejalan kaki lebih aman dan nyaman.

Selama ini, kata Pramono, konektivitas antarmoda di Dukuh Atas sudah baik. Namun belum maksimal dalam memfasilitasi pergerakan pejalan kaki.

"Dan itu pasti manfaatnya besar sekali. Sehingga orang tidak perlu kehujanan atau keluar dahulu kemudian baru masuk, tetapi menggunakan cincin donat tadi untuk bisa pergi ke mana saja," jelasnya.

Sebelumnya, PT MRT Jakarta berencana membangun Jembatan Cincin Donat di Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, mengatakan jembatan ini akan dibangun di atas Jalan Jenderal Sudirman dan dirancang sebagai simpul konektivitas antarmoda terbesar di Ibu Kota.

Tuhiyat menyampaikan bahwa jembatan tersebut akan mengintegrasikan empat moda transportasi sekaligus. Yakni MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KCI Commuter Line, dan kereta bandara.

Ia menjelaskan, jembatan ini akan memiliki lebar sekitar 12 meter, dengan tujuh meter diperuntukkan sebagai jalur pejalan kaki dan lima meter untuk area komersial.

Tuhiyat menyebut bahwa jembatan ini diperkirakan akan melayani hingga 70.000 pergerakan penumpang per hari.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore