Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Oktober 2025, 05.09 WIB

Warga Terdampak Penutupan Perusahaan Tambang Parung Panjang Didata, Ada yang Belum Bisa Masuk

Perbaikan jalan di Parung Panjang. (Hanung Hambara/ Jawa Pos) - Image

Perbaikan jalan di Parung Panjang. (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menegaskan akan bertanggung jawab terhadap para pekerja terdampak penutupan sementara aktivitas pertambangan untuk wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin.

Dedi Mulyadi saat ini sedang menggodok dua opsi. Apakah akan memberikan uang tunai Rp 2 juta - Rp 3 juta selama perusahaan tambang ditutup atau diberikan pekerjaan baru. Mereka akan dipekerjakan di sejumlah posisi di lingkungan Provinsi Jawa Barat.

Saat ini sedang memasuki proses pendataan warga terdampak penutupan sementara perusahan-perusahaan tambang di wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin. Salah satu yang melakukan pendataan adalah warga dari desa Rengasjajar, Cigudeg.

"Sekarang lagi didata. Tapi hanya ada 5 spesifikasi yang diterima. Ada jenis pekerjaan belum dapat diterima. Kan di sini ada pekerjaan yang tidak lumrah ada di tempat lain," kata Diyan Adi Tinggal, salah satu pejabat teras Desa Rengasjajar kepada JawaPos.com.

Dia mengaku sedang berusaha memperjuangkan agar semua jenis pekerjaan dapat diterima dan mendapatkan pekerjaan baru atau mendapat bantuan dana selama belum bisa bekerja akibat perusahaan-perusahaan pertambangan ditutup sementara.

"Untuk kapannya kita belum tahu dan belum ada pembicaraan sampai ke sana. Kita baru mendata warga yang terdampak," papar Diyan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore